Makau, Bharata Online - Menurut seorang pakar, pengambilalihan presidensi BRICS oleh Tiongkok pada tahun 2027 akan memberikan kesempatan bagi para anggota untuk memperkuat kerja sama di berbagai sektor, tidak hanya terbatas pada hubungan ekonomi.

Saat berbicara dalam KTT BRICS ke-18 pada hari Sabtu (12/9) di New Delhi, India, Presiden Tiongkok, Xi Jinping, menyatakan bahwa Tiongkok akan memegang presidensi BRICS tahun depan dan menjadi tuan rumah KTT BRICS ke-19.

Evandro Carvalho, Profesor Madya Hukum Internasional di Universitas Federal Fluminense, mengatakan bahwa masa keketuaan Tiongkok akan menjadi peluang penting untuk mengonsolidasikan keanggotaan blok yang telah diperluas serta mewujudkan dialog politik menjadi hasil pembangunan yang nyata.

"Menurut saya, ada beberapa hal yang perlu dipertimbangkan oleh BRICS. Dan masa keketuaan Tiongkok pada tahun 2027 akan memberikan peluang penting untuk melakukan konsolidasi. Pertama, saya yakin bahwa BRICS yang telah diperluas ini menghubungkan dialog politik dengan pembangunan praktis. BRICS juga dapat mendorong—seperti yang telah disebutkan di sini—integrasi ekonomi yang lebih erat melalui fasilitasi perdagangan, pembayaran lintas batas yang lebih efisien, serta penggunaan mata uang nasional secara bertanggung jawab," ujarnya.

Seraya mencatat bahwa kepercayaan politik tidak bisa hanya bergantung pada perdagangan, Carvalho menekankan pentingnya kerja sama teknologi serta pertukaran budaya dan pendidikan.

"BRICS dapat menempatkan kerja sama teknologi sebagai inti pembahasannya. BRICS juga memerlukan inisiatif dalam tata kelola kecerdasan buatan (AI), infrastruktur digital, dan inklusi digital, serta energi terbarukan, bioteknologi, dan manufaktur maju. Program-program ini harus mencakup transfer teknologi, pelatihan profesional, dan penelitian bersama, agar inovasi tidak menciptakan bentuk ketimpangan baru. BRICS juga harus mencakup kerja sama budaya dan pendidikan. Kepercayaan politik tidak bisa hanya bergantung pada perdagangan. Perlu ada jaringan investasi, program bahasa, dan kerja sama media," jelas Carvalho.

KTT BRICS ke-18 berlangsung di New Delhi pada tanggal 12 hingga 13 September 2026.