Beijing, Bharata Online - Jiang Bin, Juru Bicara Kementerian Pertahanan Nasional Tiongkok, menyatakan bahwa latihan gabungan yang sedang berlangsung antara Jepang, Amerika Serikat, dan Australia akan merugikan kepentingan keamanan negara-negara lain serta mengancam keamanan dan stabilitas kawasan.

Jiang menyampaikan pernyataan tersebut sebagai tanggapan atas pertanyaan media pada hari Senin (14/9) mengenai latihan Orient Shield yang berskala terbesar hingga saat ini. Latihan itu melibatkan Pasukan Bela Diri Jepang serta pasukan AS dan Australia, yang beroperasi terutama di wilayah Hokkaido dan sekitarnya mulai tanggal 8 hingga 24 September 2026.

"Latihan ini dikemas sebagai sebuah 'perisai', namun pada kenyataannya hal ini merupakan bentuk pengerahan senjata ofensif strategis ke garis depan. Langkah ini tidak hanya merusak kepentingan keamanan yang sah dari negara-negara lain, tetapi juga meningkatkan risiko perlombaan senjata dan konfrontasi militer, serta secara serius mengancam keamanan dan stabilitas kawasan. Kami menentang keras hal ini," ujar Jiang.

"Dalam beberapa tahun terakhir, Jepang terus melanggar batasan-batasan dalam Konstitusi Pasifis dan kebijakan yang berorientasi semata-mata pada pertahanan, sembari secara gencar mengembangkan senjata ofensif jarak jauh. Jepang telah mempercepat remiliterisasi melalui latihan militer gabungan dengan negara-negara lain dan mengejar ekspansi militer. Selain itu, dengan mengakomodasi kekuatan dari luar kawasan dan memicu konfrontasi antarblok, Jepang secara sengaja mengobarkan ketegangan regional dan perlahan-lahan menapaki jalan berbahaya menuju neo-militerisme," katanya.

"Setiap langkah yang memicu ambisi militer Jepang hanya akan menyeret kawasan ini ke dalam pusaran bahaya dan tak terelakkan lagi akan membawa kerugian bagi pihak-pihak yang terlibat. Kami mendesak negara-negara terkait untuk sungguh-sungguh menghormati kekhawatiran keamanan pihak lain, memperbaiki praktik-praktik keliru mereka, serta berkontribusi secara positif terhadap perdamaian dan stabilitas kawasan melalui tindakan nyata," ujar Jiang.