Tiongkok, Bharata Online - Tiongkok telah menjadi salah satu destinasi musim panas utama bagi wisatawan dari wilayah Timur Jauh Rusia, didorong oleh kebijakan bebas visa antara kedua negara, dengan meningkatnya permintaan baik untuk perjalanan mandiri maupun paket wisata.
Demi terus memfasilitasi pertukaran orang-ke-orang antara Tiongkok dan Rusia, Tiongkok telah memutuskan untuk memperpanjang kebijakan bebas visa bagi warga negara Rusia hingga 31 Desember 2027.
Alexander dan Daria Zyablikova termasuk di antara mereka yang memilih perjalanan mandiri, dan mereka telah mengurus surat izin mengemudi (SIM) internasional sebelumnya.
Jalan raya yang terawat dengan baik, akses internet yang andal, dan penyeberangan feri yang nyaman menjadikan perjalanan melintasi Tiongkok terasa nyaman dan mudah diakses.
"Sangat menyenangkan bisa mengatur perjalanan sendiri. Sekarang kita bisa melakukan segalanya melalui ponsel—kita bisa memesan seluruh rangkaian perjalanan. Kami sudah menjelajahi separuh wilayah Tiongkok. Hal yang hebat adalah kami bisa menyewa mobil di satu kota, berkendara ke tujuan, berganti mobil lain, atau melanjutkan perjalanan dengan kereta api lalu menyewa mobil baru. Sangat penting untuk mendapatkan kartu SIM lokal begitu tiba di Tiongkok, karena tanpa koneksi, rasanya seperti tidak punya tangan," ujar Daria Zyablikova.
"Tiongkok adalah negara yang luar biasa; jika bepergian dengan pesawat, Anda tidak akan bisa melihat segala hal yang ditawarkannya—alam yang memukau dan penduduknya. Seluruh perjalanan ini bukan sekadar soal tiba dan check-in di hotel; ini adalah sebuah petualangan tersendiri. Petualangan seperti ini memperkaya wawasan, memungkinkan Anda merasakan beragam emosi, dan menguji batas kemampuan diri. Anak-anak belajar hal-hal baru, sementara orang tua memecahkan masalah di sepanjang perjalanan," ungkapnya.
Selain pemandangan alam yang indah dan kemudahan perjalanan, Alexander Zyablikov mengatakan bahwa daya tarik Tiongkok juga terletak pada rasa aman yang kuat di sana.
"Bagi kami, Tiongkok sebenarnya adalah negara yang sangat memikat karena wilayahnya yang luas, dengan begitu banyak pemandangan dan sejarah—sejarah yang nyata, bukan rekaan atau karangan—yang membentang dalam kurun waktu yang sangat panjang; kami ingin sekali menyelami sejarah tersebut dan membiarkan anak-anak kami merasakannya juga. Di Tiongkok-lah kami merasa paling aman. Saya bisa dengan tenang mengizinkan anak-anak pergi ke toko terdekat, dan mereka bisa berjalan-jalan dengan bebas. Saya pun tahu bahwa bukan hanya saya yang mengawasi mereka; negara ini juga turut menjaga keselamatan mereka," ujarnya.
Menurut Irina Kushnareva, Presiden Asosiasi Pariwisata Regional Timur Jauh, minat wisatawan dari wilayah Timur Jauh Rusia terhadap resor pantai di Tiongkok tetap tinggi sepanjang musim panas.
Meskipun destinasi favorit lama seperti Beidaihe di Provinsi Hebei (Tiongkok Utara) terus menarik banyak pengunjung, kota-kota pesisir seperti Weihai dan Yantai di Provinsi Shandong (Tiongkok Timur) juga kian diminati.
"Menjelang dimulainya tahun ajaran sekolah, keluarga yang memiliki anak ingin menghabiskan waktu di tepi laut agar anak-anak mereka lebih sehat dan bisa memulihkan energi. Hampir tidak ada lagi destinasi yang benar-benar mendominasi popularitas sendirian. Kami telah bekerja sama dengan Tiongkok selama lebih dari 25 tahun, dan saya bisa katakan bahwa kami tidak pernah kekurangan wisatawan. Selama musim panas, kami telah lama bekerja sama dengan resor Beidaihe, dan permintaannya tetap tinggi. Namun, resor-resor lain pun tak kalah menarik. Weihai dan Yantai adalah pilihan yang lebih modern," jelas Kushnareva.