Beijing, Bharata Online - Otoritas Partai Progresif Demokratik (DPP) Taiwan telah memprioritaskan peningkatan kekuatan militer dan anggaran pertahanan dengan mengorbankan sumber daya publik serta penghidupan sehari-hari warga, kata Juru Bicara Kementerian Pertahanan Tiongkok, Zhang Xiaogang, dalam konferensi pers pada hari Kamis (27/8) di Beijing.

Otoritas DPP mendorong anggaran pertahanan wilayah Taiwan hingga mencapai rekor tertinggi sebesar 1,1225 triliun Dolar Baru Taiwan (sekitar 627 triliun rupiah) pada tahun 2027, melampaui angka 1 triliun Dolar Baru Taiwan (sekitar 560 triliun rupiah) untuk pertama kalinya.

Menurut laporan media, dari total usulan anggaran sebesar 3,9 triliun Dolar Baru Taiwan (sekitar 2.184 triliun rupiah) untuk tahun 2027, sektor pertahanan mencakup hampir 29 persen di antaranya.

"Pandangan umum masyarakat Taiwan adalah menginginkan perdamaian, pembangunan, komunikasi, dan kerja sama. Otoritas Lai Ching-te, yang didorong oleh kepentingan egois dan bertindak melawan arus utama aspirasi publik, justru berupaya keras memuaskan pihak-pihak eksternal serta meningkatkan kekuatan militer dengan menghamburkan uang hasil jerih payah masyarakat. Tindakan ini sangat merugikan kesejahteraan rakyat Taiwan. Pada akhirnya, mereka akan menguras sumber daya Taiwan dan menghadapi kehancuran yang tak terelakkan," ujar Zhang saat menanggapi pertanyaan terkait hal tersebut.