Guizhou, Bharata Online - Berbagai wilayah setingkat kabupaten dan prefektur di seluruh Tiongkok memanfaatkan sumber daya budaya dan pariwisata khas mereka pada musim panas ini untuk menjajaki model baru yang memadukan budaya, pariwisata, dan olahraga guna menarik banyak wisatawan.
Bertepatan dengan peringatan 10 tahun rampung dan beroperasinya Five-hundred-meter Aperture Spherical Radio Telescope (FAST) milik Tiongkok, teleskop radio piringan tunggal terbesar di dunia, Prefektur Otonom Buyi dan Miao Qiannan di Provinsi Guizhou, Tiongkok Barat Daya, menjadikan fasilitas ikonik tersebut sebagai pusat kegiatan budaya dan pariwisata yang unik. Hal ini memungkinkan pengunjung untuk merasakan langsung kehebatan teknologi Tiongkok sekaligus pesona budaya daerah setempat.
Sementara itu, anggota kelompok etnis Buyi, Miao, Shui, dan Yao, di antara kelompok lainnya, melakukan parade dengan mengenakan pakaian adat sembari bernyanyi dan menari, menampilkan kekayaan tradisi etnis serta pesona warisan budaya takbenda melalui sebuah prosesi akbar.
Dengan memanfaatkan keunggulan ekologis lanskap karst dan tingkat tutupan hutan sebesar 68 persen, prefektur tersebut meluncurkan berbagai paket wisata musim panas unggulan, termasuk ekowisata, petualangan luar ruangan, aktivitas ramah keluarga, dan wisata kuliner, untuk menarik wisatawan dari seluruh dunia.
"Saat datang ke sini, saya sangat terkejut melihat adanya gedung pameran sains yang terhubung dengan teleskop di tengah pegunungan seperti ini. Banyak sekali kegiatan menarik di sini. Tempat ini sangat bagus bagi anak-anak untuk belajar," ujar Adam, Wisatawan Inggris.
Kejuaraan Panjat Tebing Universitas Tiongkok ke-22 digelar pekan ini di Kabupaten Gaotang, Kota Liaocheng, Provinsi Shandong, Tiongkok Timur, dengan partisipasi lebih dari 500 atlet mahasiswa dari 90 universitas di seluruh Tiongkok.
Di luar arena kompetisi, serangkaian acara seperti pesta api unggun dan konser terbuka digelar secara bergantian.
Gaotang dikenal luas karena seni lukis dan kaligrafi Tiongkok. Selama ajang olahraga tersebut berlangsung, penyelenggara setempat mengundang para maestro lukis dan kaligrafi ternama ke lokasi acara untuk menciptakan karya secara langsung, sehingga pengunjung dapat menikmati keindahan budaya tradisional di sela-sela pertandingan.
Di Zhenglan Banner, Daerah Otonom Mongolia Dalam di Tiongkok Utara, serangkaian acara seni terus menghidupkan pariwisata budaya di kawasan padang rumput.
Padang rumput yang luas itu telah disulap menjadi galeri seni terbuka. Beragam bentuk seni kontemporer, termasuk seni patung, instalasi, seni pertunjukan, dan seni suara, telah dihadirkan hingga ke jantung kawasan pedesaan yang asri.