BEIJING, Bharata Online - Jumlah paten invensi domestik Tiongkok yang masih berlaku, telah mencapai 5,39 juta, sementara merek dagang terdaftar domestik yang masih berlaku, tercatat sebanyak 50,82 juta; demikian disampaikan oleh Administrasi Kekayaan Intelektual Nasional Tiongkok (CNIPA) pada hari Selasa, dalam Konferensi Tahunan Kekayaan Intelektual Tiongkok ke-15 di Beijing.

Regulator kekayaan intelektual tertinggi negara tersebut menyatakan, dalam periode Rencana Lima Tahun ke-14 (2021-2025),  pengembangan kekayaan intelektual Tiongkok memasuki tahap baru dengan kemajuan signifikan, beralih fokus dari sekadar meningkatkan kuantitas hak kekayaan intelektual, menjadi peningkatan nilainya.

CNIPA menyatakan bahwa permohonan paten internasional Tiongkok yang diajukan melalui  Patent Cooperation Treaty (PCT) milik Organisasi Kekayaan Intelektual Dunia (WIPO), telah menempati peringkat pertama dunia selama tujuh tahun berturut-turut.

Menurut CNIPA, Dari segi pemanfaatan, nilai tambah industri padat paten Tiongkok telah melampaui 18 triliun yuan (sekitar 2,68 triliun dolar AS), yang mencakup 13,38% dari produk domestik bruto. Sementara itu, nilai impor dan ekspor tahunan royalti kekayaan intelektual, telah melampaui 400 miliar yuan.

Kemampuan inovasi Tiongkok juga telah mendapat pengakuan global. Berdasarkan Indeks Inovasi Global 2025 dari WIPO, peringkat Tiongkok naik ke posisi ke-10 dunia, yang menandai kali pertama negara tersebut masuk dalam jajaran 10 besar global. 

Negara ini juga memiliki jumlah klaster inovasi terbanyak di dunia yang masuk dalam peringkat 100 besar global selama tiga tahun berturut-turut. (CGTN)