Beijing, Bharata Online - Kementerian Perindustrian dan Teknologi Informasi Tiongkok menerbitkan rencana pengembangan industri informasi dan komunikasi untuk periode Rencana Lima Tahun ke-15 (2026-2030) pada hari Senin (7/9), guna mendorong pembangunan sektor tersebut yang berkualitas tinggi.

Menurut rencana tersebut, jaringan komunikasi generasi baru dengan cakupan menyeluruh dan kinerja unggul diharapkan telah terbentuk sepenuhnya pada tahun 2030, sembari dilakukan upaya untuk mempercepat pengembangan sistem industri informasi dan komunikasi yang canggih secara teknologi, aman, dan dapat dikendalikan.

Sementara itu, rencana tersebut menunjukkan harapan terbentuknya sistem tata kelola yang tangkas dan efisien yang mengintegrasikan teknologi dan manajemen secara efektif, serta peningkatan signifikan dalam kemampuan keamanan jaringan dan data yang mencakup koordinasi lintas domain dan penerapan praktis.

Menurut rencana tersebut, tingkat pemberdayaan dan derajat globalisasi industri ini akan semakin ditingkatkan, sehingga meletakkan landasan yang kokoh untuk pada dasarnya mencapai modernisasi sektor informasi dan komunikasi pada tahun 2035.

Rencana ini juga menguraikan 13 indikator utama, termasuk pencapaian pendapatan industri informasi dan komunikasi sebesar 4,1 triliun yuan (sekitar 10.770 triliun rupiah) pada tahun 2030, investasi kumulatif sebesar 3,8 triliun yuan (sekitar 9.982 triliun rupiah) dalam infrastruktur informasi, serta tingkat pertumbuhan tahunan rata-rata sebesar 7 persen dalam total volume bisnis telekomunikasi.

Kementerian menyatakan bahwa pada tahun 2030, akan terdapat 50 stasiun pangkalan 5G (termasuk 5G-A) per 10.000 penduduk, kapasitas komputasi cerdas akan mencapai 9.800 EFLOPS, dan tingkat penetrasi pengguna 5G akan mencapai 95 persen.

EFLOPS atau ExaFLOPS adalah satuan kinerja komputasi dengan setiap unit mewakili 1 kuintiliun operasi floating-point per detik.

Rencana tersebut juga mengusulkan untuk mendorong integrasi mendalam antara jaringan satelit dan terestrial, menyerukan pengembangan stasiun pangkalan 6G dan ponsel pintar 6G, serta memperkuat sistem standar di bidang informasi dan komunikasi utama seperti komunikasi optik, jaringan komputasi, dan komunikasi kuantum.