Hong Kong, Bharata Online - Impian terkait antariksa mulai tumbuh di kalangan para pelajar dari Daerah Administratif Khusus Hong Kong dan Makau pada hari Rabu (9/9), saat mereka disuguhi serangkaian kuliah sains dan eksperimen khusus yang disiarkan langsung dari stasiun luar angkasa Tiangong milik Tiongkok, dengan para astronaut misi antariksa Shenzhou-23 berperan sebagai guru untuk hari itu.
Ratusan pelajar dari kedua wilayah tersebut berkumpul di Tsuen Wan Public Ho Chuen Yiu Memorial College di SAR Hong Kong untuk mengikuti sesi khusus "Kelas Tiangong" (Tiangong Class).
Acara ini diselenggarakan bersama oleh pemerintah daerah kedua SAR tersebut dan Badan Antariksa Berawak Tiongkok (China Manned Space Agency). Acara ini menampilkan pemaparan dari para ahli, demonstrasi di orbit, serta sesi tanya jawab, yang memberikan kesempatan langka bagi dialog secara langsung (real-time) antara para pelajar dan astronaut yang berada di luar angkasa.
Di antara ketiga anggota kru Shenzhou-23 terdapat spesialis muatan Lai Ka-ying, astronaut pertama dari Hong Kong sekaligus mantan siswi di sekolah tuan rumah tempat penayangan kelas tersebut. Kehadirannya menjadikan acara ini sangat bermakna bagi banyak pelajar.
"Bisa berpartisipasi dalam 'Kelas Tiangong' di sekolah, menyaksikan Lai Ka-ying mendemonstrasikan eksperimen antariksa, dan berbincang dengannya membuat saya merasa sangat bangga sekaligus seolah tidak percaya," ujar seorang siswi dari Tsuen Wan Public Ho Chuen Yiu Memorial College.
"Kegiatan seperti 'Kelas Tiangong' mengubah pengetahuan ilmiah yang rumit menjadi fenomena yang dapat dilihat secara nyata melalui eksperimen antariksa yang hidup dan intuitif. Hal ini benar-benar memicu rasa ingin tahu dan semangat kami untuk melakukan eksplorasi ilmiah. Sebagai generasi muda di Makau, kami mendapatkan kesempatan untuk belajar dan merasakan langsung pencapaian program antariksa negara kami. Pengalaman semacam ini memupuk rasa cinta kami terhadap tanah air dan SAR Makau, serta memperkuat jati diri dan kebanggaan kami atas pembangunan nasional," kata seorang siswi dari Sacred Heart Canossian College yang mengikuti kegiatan tersebut.
Sementara itu, para pejabat senior bidang pendidikan dari SAR Hong Kong dan SAR Makau memberikan apresiasi tinggi terhadap nilai edukatif yang inspiratif dari "Kelas Tiangong" serta perannya dalam menumbuhkan minat generasi muda terhadap sains antariksa.
"Pertama-tama, sungguh menggembirakan bisa hadir di sini hari ini. Ini adalah kesempatan belajar yang langka bagi para pelajar muda, baik dari Hong Kong maupun Makau. Terkait pendidikan patriotisme dan pendidikan nasional, kami semua sangat bangga melihat pesatnya perkembangan industri kedirgantaraan negara kita dan merasa terhormat bisa menjadi bagian darinya. Kami juga berharap dapat menjadikan hal ini sebagai bagian dari impian masa depan kami," ujar Choi Yuk-lin, Sekretaris Pendidikan pemerintah HKSAR.
"Hari ini, kami merasa sangat terhormat dapat membawa lebih dari 60 guru dan siswa dari Makau ke Hong Kong, khususnya ke almamater Lai Ka-ying, untuk berpartisipasi dalam kegiatan penting 'Kelas Tiangong' ini. Sebagian siswa kami sangat tertarik dengan kehidupan para astronaut di luar angkasa, pekerjaan mereka, serta beratnya pelatihan yang harus mereka jalani. Kelas Tiangong ini juga disiarkan secara langsung ke seluruh sekolah dasar dan menengah di Makau, sehingga memungkinkan para siswa untuk mempelajari perkembangan industri antariksa negara. Menurut pandangan saya, kegiatan ini merupakan pelajaran sains dan teknologi yang nyata sekaligus sesi pendidikan patriotisme yang penting," ungkap Kong Chi Meng, Direktur Biro Pendidikan dan Pengembangan Pemuda Makau.
Awak Shenzhou-23 meluncur ke angkasa pada akhir Mei 2026 untuk memulai misi mereka, yang menandai penerbangan ke-40 dalam program penerbangan antariksa berawak Tiongkok. Yang menarik, salah satu anggota awak akan dipilih untuk menjalani tugas selama satu tahun di luar angkasa, sementara dua lainnya akan kembali setelah sekitar enam bulan.