Jakarta, Bharata Online - Art Jakarta 2026 akan kembali diselenggarakan pada 2-4 Oktober 2026 mendatang di JIExpo Kemayoran, Jakarta Pusat. Pada perhelatan tahun ini, pameran seni bergengsi tersebut menghadirkan total 75 galeri dari dalam maupun luar negeri, dengan 15 di antaranya merupakan galeri yang baru pertama kali berpartisipasi.
Fokus utama yang membedakan penyelenggaraan tahun ini adalah komitmen Art Jakarta untuk memperluas keterlibatannya dengan komunitas seni di luar ibu kota melalui platform baru bernama Art Jakarta Scope (AJ Scope). Program yang berada di bawah naungan MTN Market dan didukung oleh Manajemen Talenta Nasional ini dirancang khusus untuk menggabungkan berbagai kelompok art fair dari berbagai daerah dengan keunikannya masing-masing.
Sejumlah inisiatif seni daerah yang turut meramaikan program AJ Scope antara lain Mini Art Malang, Artist Art Fair asal Pekanbaru, ART HEY dari Banyumas, Maa Ledungga asal Gorontalo, Hello Goodbye Photo Market dari kota Bekasi, hingga Watercolor Art Fair dari Yogyakarta.
Enin Supriyanto, Artistic Director Art Jakarta, menjelaskan bahwa langkah tersebut dilandasi oleh kesadaran bahwa perkembangan ekosistem seni rupa tidak hanya terjadi di Jakarta.
Ia menegaskan bahwa Art Jakarta ingin ekosistem seni tumbuh bersama-sama, sebab sebuah acara tidak dapat berkembang secara mandiri menjadi dua atau tiga kali lipat lebih besar apabila faktor pendukung di sekitarnya tidak ikut bertumbuh. Menurut Enin, komunitas daerah memiliki cara tersendiri dalam mengapresiasi dan menghidupkan seni rupa di lingkungannya, dan AJ Scope membuka ruang perjumpaan mereka dengan publik yang lebih luas.
"Kami ingin mendorong ekosistem seni rupa supaya dinamis dan juga omongin bisnis strategi," ujar Enin, dalam jumpa pers pada hari Kamis (17/9), di kawasan Thamrin, Jakarta Pusat.
Selain itu, Enin juga menyatakan bahwa Art Jakarta 2026 tidak akan dapat terwujud tanpa dukungan dari para mitra utamanya, yakni Julius Bar, Bibit, Treasury, dan BCA. Menurut Angie Anandita, Head of Marketing Bibit dan Stockbit, salah satu alasan Utama pihaknya terus melanjutkan kerja sama dengan Art Jakarta adalah seni mampu mendekatkan masyarakat dengan investasi.
"Oleh karena itu, kami tidak sekedar ingin berbicara mengenai investasi, tapi juga memanfaatkan seni sebagai medium untuk menyampaikan perspektif, dan mengajak masyarakat untuk terus belajar mengenai investasi dan pengelolaan keuangan," ujarnya.
Selain menggandeng komunitas daerah, Art Jakarta 2026 juga menghadirkan Art Jakarta Scene yang mewadahi 39 peserta dari kalangan kolektif seniman, studio, hingga kreator desain. Jumlah partisipan ini menunjukkan peningkatan yang signifikan dibandingkan saat awal diselenggarakan yang hanya diikuti oleh sekitar 20 peserta.
Penyelenggaraan tahun ini juga memberikan ruang bagi institusi pendidikan melalui partisipasi Institut Seni Indonesia (ISI) Bali. Enin menyebut kehadiran ISI Bali sangat menarik karena lembaga pendidikan tersebut membawa karya para seniman sekaligus pengajarnya untuk dipertemukan langsung dengan ekosistem pasar seni.
Koneksi internasional juga semakin diperkuat lewat hadirnya Korea Focus, sebuah program yang membawa 14 galeri dari Korea Selatan untuk memperkenalkan karya-karya seniman generasi muda mereka kepada publik Jakarta.
Sebagai informasi, dari puluhan galeri seni yang berpartisipasi tahun ini, publik dapat menantikan karya-karya yang dibawa oleh galeri terkemuka seperti Gudang Gambar (Jakarta), LF Gallery (Singapura/Hong Kong/Tokyo), ISA Art Gallery (Jakarta), Jagad Gallery (Jakarta/Bali), Kiniko Art (Yogyakarta), Museum of Toys (Jakarta), hingga galeri mancanegara seperti L GALLERY (Seoul) dan Misako & ROSEN (Tokyo).