Chongqing, Bharata Online - Sejak awal tahun 2026, Tiongkok telah mempercepat pembangunan jaringan telekomunikasi generasi berikutnya, memutakhirkan infrastruktur, mendorong inovasi teknologi mutakhir, serta membangun jaringan informasi terintegrasi yang mencakup ruang angkasa, udara, darat, dan laut.
Sebagai komponen vital dari jaringan komunikasi generasi mendatang, negara ini memulai proyek percontohan jaringan optik 10-gigabit pada tahun 2025. Hingga saat ini, Tiongkok telah mendirikan 136 proyek percontohan semacam itu di seluruh negeri.
Perkembangan jaringan optik 10-gigabit itu terlihat jelas di Kota Chongqing, Tiongkok Barat Daya. Di sana, sebuah pabrik kimia yang berpartisipasi dalam proyek percontohan nasional telah memadukan jaringan berkecepatan sangat tinggi tersebut dengan algoritma AI untuk mengembangkan sistem peringatan cerdas. Sistem ini mampu mengirimkan peringatan dalam hitungan milidetik sembari melakukan transmisi video definisi tinggi 8K secara real-time.
Saat ini, Chongqing telah meluncurkan proyek percontohan serupa di berbagai kawasan industri, pabrik, dan kawasan permukiman.
"Kecepatan unduh di kawasan permukiman berteknologi 10-gigabit melampaui 9.000 megabit per detik. Selain itu, setelah penerapan uji coba 10-gigabit, perusahaan-perusahaan terkait di kawasan industri berhasil meningkatkan efisiensi penyortiran barang harian sebesar 30 persen," ujar Shu Bing, Kepala Divisi Pengembangan Informasi dan Komunikasi di Administrasi Komunikasi Chongqing.
Selain jaringan optik 10-gigabit, Tiongkok juga telah meningkatkan stasiun pangkalan 5G menjadi 5G-Advanced (5G-A) guna memenuhi kebutuhan konektivitas industri baru yang sedang berkembang, seperti kendaraan energi baru yang cerdas dan terhubung (intelligent connected new energy vehicles) serta AI yang terwujud dalam bentuk fisik (embodied AI).
Sementara itu, penerapan teknis untuk teknologi 6G di Tiongkok terus dipercepat. Kementerian Perindustrian dan Teknologi Informasi Tiongkok baru-baru ini meluncurkan aksi khusus percontohan kerja sama tingkat provinsi dan kementerian untuk inovasi dan pengembangan 6G. Tujuannya adalah menghasilkan sejumlah solusi teknis 6G buatan dalam negeri pada tahun 2029 guna membuka jalan bagi komersialisasi.
Pada saat yang sama, Tiongkok mempercepat pembangunan infrastruktur internet satelit dengan meluncurkan sejumlah satelit ke orbit, baik untuk jaringan orbit rendah yang didukung negara maupun jaringan komersial seperti Qianfan, guna memperluas cakupan layanan. Negara ini juga telah melakukan verifikasi terhadap komunikasi satelit langsung ke perangkat seluler (direct-to-cell).
Pada tahap selanjutnya, negara ini akan mempercepat uji coba teknologi dan penyusunan sistem standar, serta mendorong terciptanya fondasi komunikasi lintas domain yang mengintegrasikan sektor darat, laut, udara, dan ruang angkasa.