Huangshan, Bharata Online - Para pejabat dan cendekiawan membahas bagaimana menggunakan teknologi baru untuk membantu melindungi warisan budaya dan alam dengan lebih baik sekaligus mendukung pembangunan berkelanjutan, dalam sebuah acara dialog yang diadakan di sebuah kota di Tiongkok Timur pada hari Minggu (31/5).

Dialog Huangshan tentang Situs yang Ditetapkan UNESCO dan Pembangunan Berkelanjutan kelima resmi dibuka di Kota Huangshan, Provinsi Anhui pada hari Minggu (31/5).

Dialog ini telah dimasukkan sebagai konferensi internasional di bawah kerangka kerja Dekade Internasional Ilmu Pengetahuan untuk Pembangunan Berkelanjutan PBB dari tahun 2024 hingga 2033.

Perwakilan dari UNESCO dan pemerintah daerah membahas bagaimana teknologi digital dapat membantu melindungi warisan budaya dan alam dengan lebih baik.

"Kami telah memajukan aplikasi AI dalam budaya dan pariwisata. Perangkat bantu pendakian cerdas telah menyelesaikan pengujian publik dan sedang menuju penggunaan komersial. Melalui teknologi digital, kami membawa vitalitas baru bagi warisan berharga," ujar He Yi, Wali Kota Huangshan, pada acara tersebut.

Didukung oleh Pusat Internasional Teknologi Antariksa untuk Warisan Alam dan Budaya di bawah UNESCO, Huangshan terus melakukan penelitian dalam respons perubahan iklim, perlindungan spesies yang terancam punah, dan pemantauan ekosistem melalui teknologi penginderaan jauh.

"Kita harus memperdalam inovasi dalam teknologi digital untuk konservasi warisan budaya, memperkuat pemantauan cerdas dan pencegahan risiko, mengembangkan teknologi dan peralatan khusus, dan berupaya mencapai standar internasional," kata Guo Huadong, Akademisi dari Akademi Ilmu Pengetahuan Tiongkok.

Lazare Eloundou Assomo, Direktur Pusat Warisan Dunia UNESCO, juga memuji peran penting teknologi baru dalam perlindungan warisan budaya.

"Teknologi ini tidak hanya membantu kita menghasilkan pengetahuan global baru untuk lebih memahami kondisi, kontribusi, dan ketahanan situs-situs yang ditetapkan UNESCO. Teknologi ini juga menyediakan alat yang semakin ampuh untuk meningkatkan manajemen di lapangan," ujarnya selama dialog melalui tautan video.

Sejauh ini, Huangshan telah mendirikan Pusat Perlindungan, Manajemen, dan Komando untuk kawasan wisata tersebut, yang berfungsi sebagai pusat operasi digital dan koordinasi darurat.