Guizhou, Bharata Online - Teleskop Radio Sferis Apertur Lima Ratus Meter atau Five-hundred-meter Aperture Spherical Radio Telescope (FAST) milik Tiongkok telah mendeteksi 156.411 sumber hidrogen netral di hampir separuh langit, menandai terobosan besar dalam astronomi radio.

Temuan yang diterbitkan sebagai artikel utama dalam jurnal Science China Physics, Mechanics & Astronomy itu menempatkan FAST sebagai acuan global baru dalam penelitian survei hidrogen.

Sebanyak 156.411 "kartu identitas" galaksi ini diharapkan dapat memajukan berbagai bidang penelitian terdepan, termasuk pembentukan dan evolusi galaksi, distribusi materi gelap, serta struktur kosmik berskala besar, kata Zhang Chuanpeng, penulis utama studi tersebut sekaligus peneliti rekanan di Observatorium Astronomi Nasional di bawah naungan Akademi Ilmu Pengetahuan Tiongkok.

Hidrogen netral, unsur paling melimpah di alam semesta, terbentuk sekitar 13,8 miliar tahun yang lalu ketika alam semesta pasca-Big Bang mendingin hingga ke titik di mana proton dan elektron dapat bergabung. Unsur ini berfungsi sebagai bahan baku bagi bintang dan galaksi serta membawa informasi penting mengenai transisi alam semesta dari kegelapan menuju cahaya.

Unsur itu memancarkan garis spektral khas berukuran 21 sentimeter yang mampu menembus debu antarbintang dan menempuh jarak miliaran tahun cahaya hingga mencapai Bumi. Berkat sensitivitasnya yang tak tertandingi, FAST memiliki kemampuan unik untuk menangkap sinyal-sinyal kosmik yang samar tersebut.

Rilis data terbaru yang disebut FASHI DR2 ini hadir dua tahun setelah tim tersebut memublikasikan hasil penelitian pertamanya. Pada Januari 2024, rilis awal tersebut mencetak rekor dunia dengan 41.741 deteksi. Sejak saat itu, kumpulan data pertama tersebut telah dikutip lebih dari 100 kali dalam literatur ilmiah, dan lebih dari 10 tim peneliti internasional telah menyatakan minat untuk berkolaborasi dalam berbagai topik, mulai dari evolusi galaksi dan kosmologi hingga struktur berskala besar.

FASHI DR2 kini mencakup area seluas 19.500 derajat persegi—hampir separuh bola langit—dan memuat 156.411 sumber, atau empat kali lipat jumlah yang tercatat dalam DR1. Sensitivitas survei ini sekitar 30 persen lebih tajam dibandingkan pendahulunya, sehingga memungkinkan deteksi sinyal yang jauh lebih samar. Para penelaah sejawat (peer reviewer) internasional memuji kumpulan data itu sebagai tonggak pencapaian yang telah lama dinantikan sekaligus standar acuan masa depan di bidang ini. Dengan menggunakan data tersebut, tim peneliti berhasil memperluas cakupan fungsi massa hidrogen netral hingga mencakup galaksi dengan massa sekitar satu juta kali massa Matahari, serta menentukan kepadatan hidrogen netral lokal dengan presisi statistik sebesar 0,6 persen—pengukuran paling akurat hingga saat ini.

Terletak di cekungan karst alami yang dalam dan berbentuk bulat di Provinsi Guizhou, Tiongkok Barat Daya, FAST memiliki area penerimaan sinyal yang setara dengan luas 30 lapangan sepak bola standar. Sebagai teleskop radio single-dish (piringan tunggal) terbesar di dunia, FAST memulai operasi resminya pada Januari 2020 dan dibuka secara resmi bagi dunia pada Maret 2021.

Zhang menambahkan bahwa seluruh data dari FASHI DR2 telah tersedia untuk publik, sehingga memungkinkan komunitas ilmiah global untuk turut serta dalam eksplorasi lebih lanjut.