Tiongkok, Bharata Online - Menurut rencana pembangunan yang baru saja diterbitkan, Tiongkok akan meningkatkan upaya penguatan konservasi ekologis selama periode 2026-2030 seiring langkahnya mewujudkan modernisasi hijau.

Rencana yang diterbitkan bersama oleh Kementerian Ekologi dan Lingkungan Hidup, Kementerian Sumber Daya Alam, serta sejumlah instansi lainnya pada 7 Agustus itu menyatakan bahwa Tiongkok bertujuan untuk terus meningkatkan kualitas ekosistem, memperkuat keanekaragaman, stabilitas, dan ketahanan ekosistem, serta lebih menjamin keamanan ekologis negara.

Rencana tersebut juga menetapkan target-target khusus untuk periode tersebut, termasuk mempertahankan proporsi kawasan lindung agar tidak kurang dari 18 persen dari total luas daratan negara serta meningkatkan Indeks Kualitas Ekologis atau Ecological Quality Index (EQI) menjadi 86,5.

Selain itu, rencana ini menargetkan peningkatan tingkat konservasi tanah dan air hingga di atas 74 persen serta menaikkan tingkat tutupan hutan menjadi 25,8 persen.

Dokumen ini juga menguraikan langkah-langkah untuk lebih mengoptimalkan tata ruang ekologis, memajukan perlindungan dan pemulihan ekosistem, serta memperkuat konservasi keanekaragaman hayati secara menyeluruh.

Tiongkok terus memperkuat konservasi ekologis dan perlindungan lingkungan. Undang-Undang (Kode) Ekologi dan Lingkungan Hidup yang menjadi tonggak penting bagi negara tersebut—dan dijadwalkan mulai berlaku pada hari Sabtu (15/8) ini—menandai langkah besar lainnya dalam upaya-upaya tersebut, sekaligus memberikan landasan hukum yang lebih kuat bagi pembangunan yang berkelanjutan dan ramah lingkungan.