Jiangsu, Bharata Online - Menurut Administrasi Standardisasi Nasional Tiongkok, sebuah standar internasional baru untuk kinerja kendaraan listrik atau electric vehicle(EV) murni, yang dipimpin oleh para ahli Tiongkok dan merupakan yang pertama dari jenisnya untuk seluruh sektor EV, telah resmi dirilis.
ISO 8715-1:2026, yang berjudul "Electric road vehicles — Road operating characteristics — Part 1: Passenger cars and light duty vehicles", menggantikan standar ISO 8715:2001 sebelumnya serta memperbarui metode pengujian yang tidak banyak berubah selama lebih dari dua dekade. Standar ini menetapkan metode pengujian untuk kecepatan kendaraan, akselerasi, dan kemampuan menanjak, indikator kinerja utama yang berdampak langsung pada pengalaman pengguna.
Menurut Yu Yang, Peneliti Senior di Institut Penelitian Standardisasi Otomotif Tiongkok, standar sebelumnya yang telah berlaku selama lebih dari 20 tahun tidak lagi mencerminkan kemampuan kendaraan listrik modern.
"Standar sebelumnya hanya mencakup persyaratan akselerasi pada kecepatan rendah dan menengah, serta tidak menyertakan akselerasi kecepatan tinggi atau kinerja menanjak ekstrem—skenario yang sebenarnya dihadapi oleh konsumen. Oleh karena itu, dalam proses revisi ini, kami telah memasukkan aspek-aspek tersebut ke dalam standar baru," ujar Yu.
Standar yang diperbarui ini memperluas rentang suhu pengujian dari 5–32 derajat Celsius menjadi 0–40 derajat Celsius agar lebih mencerminkan kondisi dunia nyata. Standar ini juga memperkenalkan pengujian akselerasi kecepatan tinggi, sebagai tambahan dari pengujian kecepatan rendah yang sudah ada sebelumnya.
"Pengujian sebelumnya hanya mencakup akselerasi dari 0 hingga 50 km/jam dan 50 hingga 80 km/jam. Kali ini, kami telah memperluas cakupannya dengan menyertakan pengujian akselerasi kecepatan tinggi seperti 0 hingga 100 km/jam, 60 hingga 100 km/jam, dan 100 hingga 120 km/jam. Baik kemampuan adaptasi kendaraan terhadap berbagai lingkungan maupun kinerja dinamisnya telah ditingkatkan secara signifikan," kata Yu.
Dalam pengujian kemampuan menanjak, standar baru ini menambahkan metode pengujian gradien maksimum untuk menilai cadangan daya kendaraan, sekaligus mengatasi kekurangan dalam standar sebelumnya terkait evaluasi kinerja ekstrem.
Menurut para ahli, perilisan standar baru ini menyediakan metode pengujian yang seragam untuk kinerja kendaraan listrik di seluruh dunia, memberikan dasar yang otoritatif untuk membandingkan parameter kinerja utama, serta diharapkan dapat memberikan dampak positif terhadap globalisasi industri kendaraan listrik.