Shanxi, Bharata Online - Pada hari Selasa (25/8), Tiongkok meluncurkan roket pembawa Long March-6C dan menempatkan tujuh satelit ke luar angkasa.

Roket tersebut meluncur pada pukul 11.21 (Waktu Beijing) dari Pusat Peluncuran Satelit Taiyuan di Provinsi Shanxi, Tiongkok Utara, dan berhasil menempatkan satelit-satelit tersebut ke orbit yang telah direncanakan.

Menurut pihak pusat peluncuran, peluncuran ini menandai misi penerbangan ke-665 dari seri roket pembawa Long March milik Tiongkok.

Dua satelit Synthetic Aperture Radar (SAR) beresolusi tinggi—Zhongke Sat-14 dan 15—membawa muatan komputasi awan (cloud) berbasis antariksa yang khusus. Menurut pengembangnya, GalaxySpace, yang merupakan pemasok utama bagi proyek konstelasi satelit internet Tiongkok, satelit ini mendobrak batasan tradisional antara penginderaan jauh dan komputasi awan untuk menciptakan platform terintegrasi yang menggabungkan penginderaan satelit dengan pemrosesan di dalam satelit (onboard processing).

Perusahaan tersebut menyatakan bahwa hal ini menandai terobosan dalam kemampuan komputasi berbasis antariksa dan menjadi langkah penting dalam upaya lebih luas negara tersebut untuk membangun jaringan komputasi berbasis antariksa.

Kedua satelit itu mengintegrasikan kemampuan penerimaan, komputasi, dan analisis data di dalam satelit, sehingga memberikan daya komputasi yang stabil saat berada di orbit untuk berbagai tugas, mulai dari akuisisi data hingga pengiriman data secara real-time. Menurut GalaxySpace, satelit ini memangkas waktu respons menjadi hitungan menit dalam skenario banjir atau gempa bumi serta mengurangi kebutuhan bandwidth secara signifikan dibandingkan dengan model tradisional.

Satelit GISTDA Cube Sat 1, yang juga dibuat oleh GalaxySpace, menandai ekspor pertama perusahaan tersebut berupa satelit utuh dan sistem darat ke negara mitra Belt and Road. Satelit yang diserahkan kepada Badan Pengembangan Teknologi Antariksa dan Geo-Informatika (Geo-Informatics and Space Technology Development Agency/GISTDA) Thailand ini akan menyediakan data penggunaan lahan, pertanian, dan permukaan ekologis, sekaligus mendukung universitas-universitas di Thailand dalam bidang desain satelit, telemetri, dan pendidikan penginderaan jauh.

Satelit lain yang turut diluncurkan adalah JAMX01, sebuah mikrosatelit yang dikembangkan selama delapan tahun oleh para guru dan siswa di Shanghai yang bekerja sama dengan afiliasi Akademi Teknologi Penerbangan Antariksa Shanghai (Shanghai Academy of Spaceflight Technology). Satelit ini bertujuan untuk memajukan pendidikan sains bagi generasi muda melalui proyek kedirgantaraan yang melibatkan praktik langsung.