Ordos, Bharata Online - Wilayah Otonomi Mongolia Dalam di Tiongkok Utara menyambut semakin banyak wisatawan asing musim panas ini, karena destinasi di seluruh wilayah tersebut telah meluncurkan aktivitas gurun yang inovatif dan pengalaman budaya yang mendalam untuk memperkaya penawaran wisata masuk.

Di Ordos, kota yang terkenal dengan lanskap gurunnya yang luas, kawasan wisata Xiangshawan telah meluncurkan rangkaian kegiatan musim panas yang kreatif yang menggabungkan wisata gurun, aktivitas pendinginan berbasis air, dan seluncur es dalam ruangan.

Pengunjung dapat menikmati petualangan gurun klasik seperti menunggang unta dan menaklukkan bukit pasir, sambil juga mendinginkan diri dengan bermain air dan bahkan seluncur es di jantung gurun. Kombinasi unik ini telah diterima dengan baik oleh pengunjung internasional.

"Fasilitas di sini sangat bagus. Saya dari Republik Korea, dan saya benar-benar menikmati waktu saya," kata Lee Hong-deok, seorang wisatawan.

Menurut manajemen kawasan wisata, Xiangshawan telah menerima 16.000 wisatawan asing sejak 1 Juli 2026, menandai peningkatan 176 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Sebagian besar pengunjung mancanegara berasal dari Korea Selatan    , Thailand, Malaysia, dan Singapura.

Pertumbuhan yang kuat ini didukung oleh langkah-langkah terarah dari pemerintah daerah untuk meningkatkan konektivitas dan meningkatkan produk budaya dan pariwisata.

"Kami telah membuka tujuh rute penerbangan langsung ke negara dan wilayah termasuk Republik Korea, Thailand, Malaysia, dan Vietnam. Kami juga telah meluncurkan lebih dari 10 produk budaya dan pariwisata unggulan, seperti kapsul ruang angkasa gurun dan yurt Mongolia yang khas, dan mendistribusikan voucher senilai lebih dari 3 juta yuan (sekitar 8 miliar rupiah). Upaya-upaya ini secara efektif mendorong peningkatan seluruh rantai industri, meliputi katering, akomodasi, produk budaya dan kreatif, warisan budaya takbenda, dan layanan rekreasi," ujar Hou Le, pejabat pariwisata setempat.

Di luar destinasi gurun, kota pelabuhan perbatasan Erenhot telah menjadi tempat persinggahan populer bagi wisatawan asing yang melakukan perjalanan ke timur, menawarkan cita rasa budaya tradisional Tiongkok dan kehidupan perkotaan setempat.

Pengunjung dapat mencicipi makanan khas lokal, menikmati pemandangan kota, dan berpartisipasi dalam kegiatan budaya langsung di sana. Kaligrafi, wayang kulit, tenun, dan pembuatan figur gula termasuk di antara pengalaman yang paling diminati.

"Ini pertama kalinya saya mencoba melukis dengan gula. Karyanya sangat indah. Selain menarik secara visual, karya-karya ini juga bisa dimakan," kata seorang pengunjung dari Mongolia.

"Dulu saya hanya melewati tempat ini dalam perjalanan ke Hohhot, Beijing, dan destinasi lainnya. Kali ini, saya benar-benar bisa menjelajahi Erenhot. Ini kejutan yang menyenangkan," tutur wisatawan lain dari Mongolia.

Di seluruh Mongolia Dalam, destinasi wisata semakin fokus pada pertunjukan malam, kuliner khas, dan pengalaman warisan budaya takbenda. Upaya ini mengarahkan pariwisata mancanegara dari sekadar wisata satu tujuan menuju keterlibatan yang lebih dalam dan mendalam, serta mempertahankan vitalitas konsumsi budaya dan pariwisata.

Statistik resmi menunjukkan bahwa pada semester pertama tahun 2026, Mongolia Dalam menerima 1,0978 juta wisatawan mancanegara, meningkat 11,90 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Total pengeluaran pariwisata dari wisatawan mancanegara mencapai 5,501 miliar yuan (sekitar 14,6 triliun rupiah), meningkat 16,07 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.