Nanjing, Bharata Online - Tiongkok sedang memperkuat upaya daur ulang baterai kendaraan energi baru atau new energy vehicle (NEV) bekas guna mengatasi peningkatan jumlah baterai yang telah habis masa pakainya serta mendukung transisi hijau negara tersebut.
Industri NEV Tiongkok telah berkembang pesat. Pada tahun 2025, angka produksi dan penjualan NEV masing-masing melampaui 16 juta unit, mencakup lebih dari separuh total penjualan kendaraan baru di dalam negeri.
Seiring dengan berakhirnya masa pakai baterai dari NEV generasi awal akibat penurunan kapasitas, berbagai studi memperkirakan akan ada hampir 500.000 ton baterai yang tidak lagi digunakan di Tiongkok pada tahun ini saja.
Setelah dibongkar, baterai NEV bekas harus diserahkan kepada perusahaan yang memiliki kemampuan pemanfaatan komprehensif untuk ditangani secara terstandar dan berskala penuh. Pembuangan yang tidak tepat dapat menyebabkan kebocoran elektrolit dan pencemaran logam berat, yang berisiko merusak lingkungan.
Di sebuah bengkel pembongkaran NEV di Nanjing, Provinsi Jiangsu (Tiongkok Timur), para pekerja tampak sedang membongkar baterai dari unit-unit NEV. Setiap baterai yang dilepas diberi label kode QR yang unik.
"Setelah baterai dibongkar, kami memindai kode QR tersebut ke dalam sistem pelacakan kami untuk mengetahui informasi kendaraan yang terkait dengan baterai itu secara langsung, sehingga terbentuk siklus tertutup yang utuh," ujar Wang Fengkui, Kepala Teknis bengkel tersebut.
Bengkel ini juga telah menyediakan berbagai fasilitas keselamatan untuk menangani situasi darurat seperti thermal runaway (kenaikan suhu tak terkendali), kebakaran, dan kebocoran.
Baterai yang telah dibongkar dan tidak lagi digunakan tersebut pada akhirnya akan dikirim ke perusahaan daur ulang khusus. Di sana, proses kimiawi akan dilakukan untuk mengekstrak material yang dapat didaur ulang, seperti nikel, kobalt, mangan, dan litium, dari baterai tersebut.
Tingkat pemulihan untuk nikel, kobalt, dan mangan mencapai 99,6 persen, sementara tingkat pemulihan litium melampaui 90 persen. Material hasil pemulihan ini dapat diproses kembali menjadi bahan elektroda positif dan digunakan dalam pembuatan baterai baru.
Pada bulan Januari 2026, Kementerian Perindustrian dan Teknologi Informasi Tiongkok bersama lima instansi lainnya menerbitkan peraturan sementara mengenai daur ulang dan pemanfaatan komprehensif baterai NEV bekas.
Peraturan yang mulai berlaku pada 1 April 2026 ini menetapkan bahwa setiap baterai NEV wajib memiliki identitas digital.
Dengan mengedepankan kerangka manajemen yang mencakup "seluruh saluran, seluruh rantai pasok, dan seluruh siklus hidup", peraturan sementara ini mencakup pembentukan platform informasi pelacakan baterai NEV nasional serta sistem manajemen identitas digital. Ketentuan tersebut juga menetapkan bahwa jika baterai daya tidak ditemukan, NEV tersebut dianggap hilang. Baterai yang telah dibongkar wajib diserahkan kepada pusat daur ulang atau perusahaan pemanfaatan terpadu yang telah disetujui, dan pembongkaran secara ilegal dilarang keras.