Zhejiang, Bharata Online – Tiongkok memulai layanan pengiriman peti kemas mingguan secara rutin ke Eropa melalui perairan Arktik pada hari Sabtu, menawarkan alternatif musiman bagi para eksportir yang dapat memangkas waktu perjalanan dari Ningbo ke Inggris menjadi sekitar 20 hari.

Kapal peti kemas "Dubai Tower", yang dioperasikan oleh Haijie Shipping, bertolak dari Pelabuhan Ningbo-Zhoushan di Provinsi Zhejiang, Tiongkok timur, pada hari Sabtu. Keberangkatan ini menandai dimulainya operasi mingguan rutin pada jalur "China-Europe Arctic Express" setelah pelayaran uji coba dilakukan tahun lalu.

Layanan ini akan melintasi Rute Laut Utara (Northern Sea Route) milik Rusia sebelum singgah di sejumlah pelabuhan, termasuk Felixstowe di Inggris, Rotterdam di Belanda, Hamburg di Jerman, dan Gdynia di Polandia.

Pelayaran perdana ini mengangkut unit penyimpanan energi, peralatan tenaga surya, serta barang-barang bernilai tinggi dan sensitif terhadap suhu—semuanya buatan Tiongkok—dari pusat manufaktur di Delta Sungai Yangtze, guna memenuhi permintaan pasar Eropa pada musim puncak.

"Uji coba kami tahun lalu menunjukkan bahwa kami dapat menempuh perjalanan dari Ningbo ke Felixstowe dalam waktu 20 hari; waktu ini hampir 20 hari lebih cepat dibandingkan rute konvensional. Rute Arktik juga membantu melindungi kargo yang sensitif terhadap suhu dari panas ekstrem musim panas yang mungkin dihadapi jika melewati Terusan Suez atau rute memutari Tanjung Harapan. Selain itu, rute ini membantu kami menghindari kemacetan, jadwal yang tidak pasti, serta biaya yang lebih tinggi," ujar Fang Yi, CEO Haijie Shipping.

Daya tarik komersial rute ini terletak pada waktu transit yang lebih singkat serta potensi pengurangan risiko inventaris dan pengiriman bagi para eksportir. Namun, operasionalnya dibatasi oleh keberadaan es musiman, dengan periode navigasi utama umumnya berlangsung dari bulan Juli hingga Oktober.

Pihak operator berencana mengerahkan hingga delapan kapal yang diperkuat untuk menahan es (ice-strengthened vessels) di rute ini pada musim tersebut. Menurut perusahaan, kapal-kapal ini akan memanfaatkan pemantauan kondisi es secara waktu nyata (real-time) dan menyesuaikan rute pelayaran guna menghadapi perubahan cuaca serta kondisi es.