Zhoushan, Bharata Online - Dampak lanjutan dari Topan Dolphin terus menghantam wilayah pesisir dengan angin kencang dan hujan lebat pada hari Senin (10/80, membuat pihak berwenang di provinsi Zhejiang dan Fujian, Tiongkok Timur, tetap bersiaga tinggi terhadap bahaya sekunder.

Menurut Pusat Meteorologi Nasional Tiongkok, Dolphin, topan ke-13 tahun 2026, pertama kali mendarat di Kota Yuhuan sekitar pukul 17.30 pada hari Minggu (9/8), kemudian mendarat untuk kedua kalinya di Kota Yueqing, Zhejiang, sekitar pukul 18.40.

Topan tersebut telah melemah menjadi siklon tropis yang kuat pada Minggu (9/8) malam. Namun, pita hujan (struktur awan dan badai petir memanjang berbentuk spiral yang mengelilingi pusat siklon tropis) bagian luarnya terus menerjang wilayah sekitarnya dengan angin kencang dan hujan deras.

Zhoushan, sebuah kota pesisir di provinsi Zhejiang, tetap memberlakukan status tanggap darurat topan Tingkat II. Di sepanjang garis pantai Zhoushan yang paling terbuka, pihak berwenang telah menutup akses masuk untuk mencegah warga dan kendaraan melintas.

Penginapan tepi pantai telah memperkuat pertahanan dengan menempatkan karung pasir di ambang pintu, mengamankan perlengkapan luar ruangan, dan menguras kolam renang untuk mengurangi risiko banjir. Petugas utilitas listrik telah meningkatkan patroli pada jaringan listrik yang melayani akomodasi pesisir.

Di Distrik Putuo, Zhoushan, sebuah atap besi sepanjang 30 meter dan lebar empat meter terlepas dari sebuah bangunan akibat angin kencang pada hari Minggu, sehingga sepenuhnya memblokir jalur arah barat dan trotoar di jalan raya utama.

Polisi lalu lintas dan tim manajemen kota segera merespons dengan memasang garis pembatas di area tersebut, mengevakuasi warga sekitar, memotong lembaran logam besar menjadi beberapa bagian menggunakan gergaji listrik, serta menyingkirkan puing-puing menggunakan alat berat, sehingga arus lalu lintas kembali lancar. Insiden ini menyoroti ancaman yang terus ada, seperti jatuhnya benda-benda, pohon tumbang, genangan air, dan kebocoran listrik selama cuaca topan.

Lebih jauh ke selatan di Provinsi Fujian, topan ini juga membawa angin kencang dan hujan ke berbagai distrik dan wilayah di Ningde, yang memicu persiapan warga setempat menghadapi risiko banjir.

Desa Xueqiao di Kota Praja Qianqi, Ningde, secara historis rentan terhadap genangan air darat saat hujan akibat topan. Terletak di dekat kawasan perbukitan, desa dataran rendah ini menjadi titik pertemuan aliran air cepat dari pegunungan di hulu. Selain itu, kawasan industri di sebelahnya—yang dipenuhi bangunan pabrik dan peralatan produksi—menghadapi risiko operasional dan keselamatan tambahan jika banjir terjadi.

Untuk mencegah ancaman tersebut, petugas desa membuka pintu air sebelum badai tiba guna meningkatkan kapasitas aliran banjir sungai. Dua unit pompa air—yang masing-masing mampu memompa 1.500 meter kubik air per jam—telah dikerahkan, disertai petugas yang berjaga sepanjang waktu untuk mengalirkan kelebihan air langsung ke laut melalui jaringan pipa.

Otoritas meteorologi Ningde memperkirakan hujan akan terus mengguyur wilayah kota tersebut mulai Senin (10/8) malam hingga Selasa (11/8), dengan potensi hujan lebat atau badai di wilayah kabupaten bagian timur laut. Dinas pemadam kebakaran dan badan penanggulangan darurat setempat telah mengerahkan tim penyelamat serta menyiapkan perahu, telepon satelit, dan berbagai perlengkapan bantuan bencana lainnya sebagai langkah kesiapsiagaan menghadapi kemungkinan situasi darurat.