Laut Tiongkok Timur, Bharata Online - Sebagai bagian dari jaringan pengamatan laut Tiongkok di Laut Tiongkok Timur, pelampung di perairan yang kedaulatannya masih dipersengketakan itu telah digunakan untuk mengumpulkan data laut secara real-time dan memastikan keselamatan navigasi. Bahkan, instrumen ilmiah ini pun telah terlibat dalam perdebatan geopolitik yang lebih luas.
Dalam beberapa tahun terakhir, salah satu titik gesekan berpusat pada pelampung ilmiah di dekat Diaoyu Dao. Salah satunya terletak sekitar 50 mil laut dari pulau-pulau tersebut dan telah beroperasi sejak tahun 2013.
"Ada dua perangkat ilmiah utama di dek kapal penelitian Xiangyanghong 22. Salah satunya adalah rangka A besar, setinggi 19 meter dan lebar 14 meter. Ini digunakan untuk mengangkat dan menurunkan pelampung laut kami yang berukuran 10 meter, yang beratnya sekitar 60 ton. Yang lainnya adalah derek artikulasi," ujar Sha Wei, Insinyur di Biro Laut Tiongkok Timur Kementerian Sumber Daya Alam Tiongkok.
"Ada ribuan pelampung di seluruh dunia. Tujuan utamanya adalah untuk mengumpulkan data ilmiah dari laut. Sistem ini melayani masyarakat, dan bahkan dunia yang lebih luas," katanya.
Sha mengatakan pelampung-pelampung itu adalah peralatan ilmiah. Namun, di perairan yang diperebutkan, peralatan semacam itu bahkan dapat menjadi bermuatan politik.