BEIJING, Bharata Online - Sebuah restoran seluas 400 meter persegi di distrik Fengtai, memulai uji coba operasional Mi Robot pada hari Jumat, dan diperkirakan akan dibuka secara lebih luas untuk umum pada akhir bulan ini. 

Pengelola restoran menyebutnya sebagai restoran mi robot pertama di Beijing yang sepenuhnya beroperasi secara komersial.

Hal yang membedakan restoran ini bukanlah satu mesin tertentu, melainkan integrasi berbagai proses yang sebelumnya terpisah, menjadi satu sistem menyeluruh (end-to-end), yang dirancang untuk operasional komersial.

Pelanggan melakukan pemesanan dengan memindai kode QR di meja mereka. Mesin pembuat mi otomatis, mencampur tepung dan air, lalu memadatkan dan memotong adonan dalam hitungan detik.  Mi dimasak secara otomatis sebelum alat dispenser menambahkan saus, kaldu, dan topping.  Lalu lengan robot memindahkan mangkuk berisi mi yang sudah jadi, ke robot pengantar beroda, yang kemudian membawanya ke meja pelanggan.

Di restoran ini tenaga manusia tetap dibutuhkan, untuk mengisi ulang bahan-bahan, memantau peralatan, menyiapkan minuman, dan membereskan peralatan makan bekas pakai.

Untuk saat ini, menu dibuat sederhana dengan tiga pilihan, yakni ;

  • mi zhajiang jamur seharga 16 yuan (42 ribuan rupiah), 
  • mi daging sapi sandung lamur tomat seharga 19 yuan (50 ribuan rupiah), 
  • dan mi daging sapi rebus, juga seharga 19 yuan. 

Ketiga pilihan tersebut mencakup varian mi kuah, maupun mi campur untuk mengakomodasi selera bumbu yang berbeda, dan rencananya akan ada lebih banyak varian menu di masa mendatang.

Kedai mi ini menjadi ajang uji coba berskala lebih kecil, untuk melihat apakah sistem otomatisasi dan robotika yang semakin terintegrasi, dapat secara andal menyajikan semangkuk mi yang diminati, dinikmati, dan layak dibeli oleh masyarakat. (Sumber: China Daily)