Beijing, Bharata Online - Penjualan kendaraan energi baru (New Energy Vehicle/NEV) di Tiongkok mencapai tonggak sejarah penting pada bulan Juli 2026, dengan mencatatkan porsi lebih dari 60 persen dari total penjualan mobil baru bulanan untuk pertama kalinya. Sementara itu, pangsa kumulatifnya selama tujuh bulan pertama tahun ini juga melampaui angka 50 persen untuk pertama kalinya, menurut data Asosiasi Produsen Otomotif Tiongkok (China Association of Automobile Manufacturers/CAAM).
Para pakar industri menilai dua pencapaian perdana ini menandai perubahan krusial bagi pasar otomotif Tiongkok yang sangat besar.
"Dua pencapaian 'pertama' ini merupakan tonggak sejarah. Hal ini menunjukkan bahwa industri NEV Tiongkok telah sepenuhnya beralih dari tahap yang didorong oleh kebijakan menuju tahap yang digerakkan oleh pasar, serta memasuki fase baru pengembangan berskala besar dan berkualitas tinggi," ujar Fang Haifeng, Wakil Direktur Pusat Penelitian Strategi dan Kebijakan Otomotif Tiongkok.
Konsumen juga melihat daya saing produk yang lebih kuat serta fitur-fitur cerdas yang lebih beragam. Yang tak kalah penting, di tengah harga minyak yang tetap tinggi tahun ini, biaya operasional harian mobil berbahan bakar bensin melonjak tajam, sedangkan biaya listrik jauh lebih rendah, menjadikan NEV pilihan yang semakin menarik.
"Dulu saya mengendarai mobil bensin dan harus mengeluarkan biaya sekitar 1.300 yuan (sekitar 3,4 juta rupiah) per bulan untuk bahan bakar. Setelah beralih ke kendaraan listrik murni, pengeluaran saya kini kurang dari 200 yuan per bulan. Hal ini sangat mengurangi beban pengeluaran saya," kata Li Dingxiang, seorang pembeli mobil.
Di berbagai diler, minat pengunjung juga terlihat semakin condong ke arah model kendaraan listrik.
"Sebelumnya, hanya tiga atau empat dari sepuluh pelanggan yang melirik mobil listrik. Kini, semakin banyak pelanggan kami yang lebih memilih mobil listrik. Tujuh atau delapan dari sepuluh pelanggan datang khusus untuk melihat kendaraan tersebut," ujar Cheng Shengheng, Manajer sebuah gerai merek mobil di Provinsi Anhui, Tiongkok Timur.
Di balik lonjakan ini terdapat infrastruktur pendukung NEV yang masif di Tiongkok, termasuk jaringan pengisian daya terbesar di dunia. Data terbaru menunjukkan bahwa negara tersebut memiliki lebih dari 23 juta unit infrastruktur pengisian daya, yang memberikan dukungan krusial bagi transisi ini.
"Pasar domestik Tiongkok yang luas, rantai industri dan pasokan yang komprehensif serta efisien, serta teknologi inti yang terus berkembang akan terus memacu vitalitas sektor ini dan menghasilkan lebih banyak terobosan," tambah Fang.