Beijing, Bharata Online - Tiongkok akan mempercepat pembentukan dan penyempurnaan mekanisme pengaturan makroekonomi fiskal modern selama periode Rencana Lima Tahun ke-15 (2026–2030) sebagai bagian dari upaya yang lebih luas untuk menstabilkan ekonomi dan mendukung pembangunan berkualitas tinggi, demikian disampaikan oleh seorang pejabat senior keuangan pada hari Jumat (21/8).

Wakil Menteri Keuangan Tiongkok, Liao Min, mengatakan dalam konferensi pers yang diselenggarakan oleh Kantor Informasi Dewan Negara di Beijing bahwa kementeriannya akan membangun sistem pengaturan makro fiskal modern yang mencakup kebijakan yang tepat sasaran, beragam instrumen, panduan yang jelas, dan koordinasi yang kuat.

"Selama periode Rencana Lima Tahun ke-15, Kementerian Keuangan—sesuai dengan ketentuan terkait dari Komite Sentral Partai dan Dewan Negara—akan meningkatkan penyesuaian fiskal yang bersifat kontra-siklikal dengan fokus lebih besar pada peningkatan efektivitas dan presisi pengaturan makroekonomi fiskal. Hal ini akan meletakkan dasar yang kokoh untuk menstabilkan lanskap makroekonomi secara keseluruhan, mendorong penyesuaian struktur ekonomi, serta memastikan pembangunan ekonomi dan sosial yang berkualitas tinggi, berkelanjutan, dan sehat. Pada intinya, tujuannya adalah mempercepat pembentukan dan penyempurnaan mekanisme pengaturan makroekonomi fiskal modern yang memiliki karakteristik berupa kebijakan yang presisi, instrumen yang beragam, panduan yang efektif, dan koordinasi yang efisien," ujarnya.

Wakil menteri tersebut juga memaparkan prinsip-prinsip utama yang menjadi pedoman kebijakan fiskal kementerian selama lima tahun ke depan.

"Pertama, kami akan berpegang pada prinsip umum untuk mengejar kemajuan sembari memastikan stabilitas. Di satu sisi, kami akan menjaga kesinambungan dan stabilitas kebijakan. Di sisi lain, kami akan menyusun dan meluncurkan langkah-langkah tambahan secara tepat waktu untuk memaksimalkan dampak gabungan dari kebijakan yang sudah ada maupun yang baru. Kedua, kami akan menciptakan keseimbangan antara pendekatan agregat dan struktural. Kami akan memberikan penekanan lebih besar pada investasi sumber daya manusia dan meningkatkan porsi belanja layanan publik dalam total pengeluaran fiskal," kata Liao.

Selain itu, ia mengatakan bahwa kementerian juga akan berfokus pada koordinasi sisi penawaran dan permintaan, serta koordinasi terpadu atas instrumen-instrumen kebijakan. Kementerian akan menyasar hambatan dan kesulitan yang menghambat kelancaran siklus ekonomi, mendorong normalisasi dan efektivitas jangka panjang koordinasi fiskal-keuangan, serta memanfaatkan dana fiskal untuk mengarahkan sumber daya keuangan, guna lebih mengoptimalkan potensi konsumsi dan vitalitas investasi.

"Bersamaan dengan pengaturan makro fiskal, kami akan terus mendorong kemajuan melalui reformasi, meningkatkan efisiensi lewat tata kelola yang lebih baik, serta menjaga keamanan dengan memitigasi risiko. Kami akan memperbaiki alokasi sumber daya fiskal dan efektivitas belanja publik guna mendukung pertumbuhan dan transformasi ekonomi secara lebih optimal, serta mewujudkan siklus positif antara pembangunan berkualitas tinggi dan keberlanjutan fiskal selama periode Rencana Lima Tahun ke-15," ujar Liao.