Beijing, Bharata Online - Kebijakan fiskal dan keuangan Tiongkok yang terkoordinasi, yang bertujuan untuk meningkatkan permintaan domestik, telah dioptimalkan dan disempurnakan, kata seorang pejabat Kementerian Keuangan Tiongkok pada hari Jumat (21/8).
Langkah-langkah baru tersebut mencakup perluasan cakupan subsidi bunga, penambahan jumlah lembaga pelaksana, dan peningkatan batas atas kuota, ujar Wakil Menteri Keuangan, Liao Min, dalam konferensi pers yang diselenggarakan oleh Kantor Informasi Dewan Negara.
"Pertama, kami akan memperluas cakupan subsidi bunga. Dengan mempertimbangkan kebutuhan nyata perusahaan secara menyeluruh, selain pinjaman aset tetap yang ada sebelumnya, kami juga akan memasukkan pinjaman modal kerja yang baru diterbitkan ke dalam kebijakan subsidi bunga bagi usaha kecil dan menengah (UKM). Agar lebih selaras dengan kebiasaan konsumsi masyarakat, berbagai transaksi konsumsi baru melalui cicilan kartu kredit—termasuk pembelian mobil dan renovasi rumah—juga akan dicakup dalam kebijakan ini," ujar Liao.
"Kedua, kami akan menambah jumlah lembaga pelaksana. Jumlah lembaga yang menangani subsidi bunga untuk pinjaman UKM dan pinjaman bagi pelaku usaha jasa akan ditingkatkan lebih lanjut, dari sekitar 100 menjadi kurang lebih 400 lembaga. Ketiga, kami akan menaikkan batas atas kuota. Jumlah pinjaman maksimum yang memenuhi syarat untuk subsidi bunga bagi UKM akan ditingkatkan dari 50 juta yuan (sekitar 132 miliar rupiah) menjadi 75 juta yuan (sekitar 197,4 miliar rupiah), dan jumlah pinjaman maksimum yang memenuhi syarat untuk subsidi bunga bagi pelaku usaha jasa akan dinaikkan dari 10 juta yuan (sekitar 26 miliar rupiah) menjadi 20 juta yuan (sekitar 52,65 miliar rupiah). Selain itu, subsidi bunga maksimum untuk pinjaman konsumen perorangan yang memenuhi syarat kebijakan ini akan ditingkatkan dari sebelumnya 3.000 yuan (sekitar 7,9 juta rupiah) menjadi 5.000 yuan (sekitar 13 juta rupiah), guna lebih memenuhi kebutuhan investasi pelaku usaha serta kebutuhan konsumsi masyarakat," tambah Liao.
Menurut Liao, Kementerian Keuangan Tiongkok sedang menyusun kebijakan dan langkah-langkah baru yang diperkirakan akan diperkenalkan pada paruh kedua tahun ini.
"Sejalan dengan kebutuhan pembangunan ekonomi, kami terus mengkaji dan merumuskan kebijakan serta langkah-langkah baru untuk koordinasi fiskal dan keuangan, yang akan diluncurkan pada paruh kedua tahun ini. Pada saat yang sama, kami memperkuat upaya koordinasi secara keseluruhan dan akan bekerja sama dengan bank sentral serta otoritas pengawas keuangan untuk mendorong normalisasi dan keberlanjutan jangka panjang sinergi fiskal-keuangan," ujarnya.