Dalian, Bharata Online - Forum Think Tank Energi Kerja Sama Ekonomi Asia-Pasifik (APEC) diselenggarakan di Kota Dalian, Provinsi Liaoning, Tiongkok Timur Laut, pada hari Kamis (20/8). Acara ini mempertemukan lebih dari 100 perwakilan dari 17 ekonomi anggota APEC, organisasi internasional, lembaga pemikir (think tank), dan lembaga penelitian.

Para peserta terlibat dalam diskusi mendalam mengenai ketahanan energi dan ketangguhan kawasan, kerja sama teknologi dan inovasi energi, serta kerja sama multilateral dan pembangunan jaringan lembaga pemikir. Tujuannya adalah menggalang konsensus intelektual guna memperdalam kerja sama energi regional yang praktis dan mendorong kemakmuran bersama di kawasan Asia-Pasifik.

Energi merupakan landasan bagi kemakmuran ekonomi Asia-Pasifik.

Menghadapi situasi energi internasional yang kompleks dan fluktuatif saat ini, para peserta mencapai konsensus bahwa ekonomi Asia-Pasifik perlu terus menghapus hambatan melalui kerja sama yang terlembagakan, menyelaraskan ketahanan energi dengan transisi hijau, memperkuat inovasi kolaboratif dalam teknologi inti utama, mendorong interkonektivitas pasar energi regional, serta membangun sistem ketahanan energi Asia-Pasifik yang terbuka dan tangguh.

Namun, ketimpangan pembangunan sektor energi di kawasan ini masih menjadi persoalan nyata. Akses energi bagi daerah terpencil dan kelompok berpenghasilan rendah masih memiliki kekurangan, dan proses transisi energi juga harus mengantisipasi lonjakan biaya energi yang terlalu cepat yang dapat membebani kehidupan masyarakat.

"Kita harus berpegang pada pendekatan yang berpusat pada rakyat dan mengintegrasikan konsep manfaat inklusif ke dalam seluruh aspek kerja sama energi, secara berkelanjutan mendorong perluasan infrastruktur energi ke wilayah-wilayah yang kurang berkembang, serta meningkatkan stabilitas dan cakupan layanan energi dasar," ujar Xiong Minfeng, Wakil Direktur Jenderal Departemen Kerja Sama Internasional pada Administrasi Energi Nasional Tiongkok.

Forum tersebut juga meluncurkan laporan mengenai kerja sama energi antara Tiongkok dan APEC. Laporan tersebut menunjukkan bahwa sejak bergabung dengan APEC pada tahun 1991, Tiongkok terus menyelaraskan strategi pengembangan energinya dengan ekonomi anggota lainnya.

Kerja sama itu mencakup sektor energi tradisional, energi baru, kelistrikan, dan bidang lainnya, serta meliputi seluruh rantai investasi, perdagangan, dan infrastruktur. Hal ini telah membentuk pola kerja sama energi yang bercirikan saling melengkapi dalam hal pasokan dan permintaan, pemberdayaan hijau, interkonektivitas dan stabilitas rantai pasok, serta tata kelola kolaboratif, yang pada gilirannya memberikan kontribusi nyata dari Tiongkok bagi keamanan energi bersama dan pembangunan berkelanjutan di kawasan tersebut.

"Laporan tersebut menetapkan target untuk tahun 2030 dan 2050. Kita perlu terus melanjutkan kerja sama energi, yang telah menjadi praktik serta konsensus internasional," ujar Lu Ruquan, Direktur Institut Penelitian Ekonomi dan Teknologi China National Petroleum Corporation.

Pertemuan Menteri Energi APEC ke-16 dijadwalkan berlangsung di Beijing pada tanggal 10 hingga 11 September 2026.