Beijing, Bharata Online - Ekonomi Tiongkok menunjukkan tren perkembangan yang ditandai dengan menguatnya penggerak pertumbuhan baru dan membaiknya struktur ekonomi selama tujuh bulan pertama tahun 2026, demikian disampaikan oleh Wang Guanhua, Juru Bicara Biro Statistik Nasional (National Bureau of Statistics/NBS), pada hari Senin (17/8) di Beijing.

Wang Guanhua memaparkan tiga karakteristik utama kinerja ekonomi negara tersebut saat ini.

"Sejak awal tahun ini, faktor 'kebaruan' terus meningkat, dengan industri-industri baru memberikan dukungan yang lebih kuat. Estimasi awal menunjukkan bahwa dalam tujuh bulan pertama, penggerak pertumbuhan baru berkontribusi sebesar 50,9 persen terhadap pertumbuhan perusahaan industri di atas skala tertentu (di atas ambang batas statistik), naik tiga poin persentase dibandingkan semester pertama tahun ini," ujar Jubir tersebut.

"Di sektor jasa, model bisnis terintegrasi yang menggabungkan budaya, pariwisata, olahraga, dan perdagangan terus berkembang, sementara integrasi mendalam antara manufaktur maju dan jasa modern telah secara efektif mendorong transformasi serta peningkatan kualitas ekonomi. Selama tujuh bulan pertama, dua sektor jasa modern—yaitu transmisi informasi, perangkat lunak, dan layanan teknologi informasi, serta penyewaan dan layanan bisnis—berkontribusi lebih dari 40 persen terhadap pertumbuhan indeks produksi jasa," kata Wang.

Ia mencatat bahwa perekonomian juga semakin didorong oleh kecerdasan (teknologi cerdas), dengan menyoroti kinerja yang kuat dalam manufaktur, investasi, dan konsumsi yang terkait dengan kecerdasan buatan (AI).

"Ciri kedua adalah meningkatnya unsur 'kecerdasan' dalam perekonomian. Pada bulan Juli, nilai tambah sektor manufaktur komponen dan peralatan elektronik yang terkait dengan kecerdasan buatan serta sektor manufaktur peralatan cerdas masing-masing tumbuh sebesar 24,7 persen dan 15,1 persen," ujarnya.

"Dari sisi konsumsi, periode Januari hingga Juli mencatat peningkatan lebih dari dua kali lipat pada penjualan ritel perangkat pintar yang dapat dikenakan (wearable smart devices) oleh perusahaan di atas skala tertentu, sementara sejumlah skenario konsumsi yang imersif dan interaktif—seperti tur dengan panduan AI dan ruang ganti virtual—diluncurkan dengan cepat. Dari sisi investasi, periode Januari hingga Juli mencatat pertumbuhan investasi di sektor layanan informasi serta manufaktur peralatan elektronik dan komunikasi masing-masing sebesar 19,2 persen dan 7,1 persen. Investasi di bidang-bidang pertumbuhan baru ini tidak hanya menghasilkan permintaan saat ini, tetapi juga akan menciptakan pasokan berkualitas tinggi di masa depan, sehingga semakin memperkuat keberlanjutan pertumbuhan ekonomi Tiongkok," jelas Wang.

Ia juga menyoroti percepatan transformasi hijau, dengan kendaraan energi baru berhasil meraih pangsa pasar dan efisiensi energi meningkat secara signifikan.

"Ciri ketiga adalah meningkatnya unsur 'hijau' dalam perekonomian, dengan berbagai penggerak pertumbuhan hijau baru yang dikembangkan secara lebih cepat. Pada bulan Juli, nilai tambah industri manufaktur bahan berbasis hayati tumbuh sebesar 20,6 persen secara tahunan, sementara peningkatan permintaan akan kendaraan energi baru dan sistem penyimpanan energi baru mendorong kenaikan produksi baterai litium-ion sebesar 58,8 persen," ujar Jubir tersebut.

"Selama tujuh bulan pertama, Tiongkok mendukung pertumbuhan industri yang lebih berkualitas dengan konsumsi energi yang lebih rendah; konsumsi energi per unit nilai tambah pada perusahaan industri berskala besar ke atas turun sebesar 3,5 persen secara tahunan. Tingkat penetrasi ritel kendaraan penumpang energi baru melampaui 60 persen selama empat bulan berturut-turut dan mencapai 65,1 persen pada bulan Juli, yang berarti sekitar dua dari setiap tiga kendaraan penumpang yang terjual merupakan kendaraan energi baru," ujar Wang.