Yunnan, Bharata Online - Tiongkok dan Laos telah memperdalam kerja sama mereka di bidang pariwisata dan perdagangan selama lima bulan pertama tahun 2026, dengan jalur kereta api Tiongkok-Laos mendukung kelancaran perjalanan lintas batas dan arus kargo.

Setelah implementasi kebijakan fasilitasi untuk kelompok wisata ASEAN lebih dari setahun yang lalu, koridor kereta api telah muncul sebagai rute utama untuk perjalanan lintas batas. Beberapa kelompok wisata dari negara-negara ASEAN kini memasuki Prefektur Otonomi Dai Xishuangbanna setiap hari melalui jalur bea cukai yang dipercepat untuk menikmati budaya etnis lokal, mencicipi kuliner daerah, dan mengunjungi tempat-tempat wisata populer.

Sejak awal tahun 2026, lalu lintas penumpang lintas batas di Pelabuhan Kereta Api Mohan telah melonjak lebih dari 35 persen dari tahun ke tahun, mencerminkan pasar pariwisata perbatasan yang berkembang pesat.

Di Provinsi Yunnan, Tiongkok Barat Daya, kebijakan bebas visa untuk kelompok wisata ASEAN yang masuk melalui Xishuangbanna diimplementasikan mulai 10 Februari 2025, mencakup sepuluh negara anggota termasuk Malaysia, Thailand, dan Laos.

Bagi pemandu wisata Laos seperti Virasone Boutavong, pariwisata lintas batas yang berkembang pesat telah menghasilkan jadwal yang lebih padat dan rencana perjalanan yang lebih beragam yang menyoroti daya tarik budaya dan alam terbaik Xishuangbanna.

"Saya berencana menghabiskan empat hari tiga malam menjelajahi Xishuangbanna, dan kami juga akan mengunjungi Gaozhuang," katanya.

Sementara wisatawan menikmati akses yang lebih mudah ke perjalanan lintas batas, barang-barang juga mengalir lebih efisien antara kedua negara, dengan logistik rantai dingin yang efisien memungkinkan volume buah-buahan segar yang lebih besar untuk diimpor dari negara-negara Asia Tenggara seperti Laos dan Thailand, dan produk mekanik dan listrik Tiongkok yang melakukan perjalanan sebaliknya.

Pelabuhan seperti Mohan, Hekou, dan Daluo telah meluncurkan serangkaian langkah fasilitasi seperti "jalur hijau", "inspeksi prioritas", dan "inspeksi saat kedatangan" untuk mencapai bea cukai yang cepat.

Berkat upaya tersebut, beberapa buah tropis dari Laos dapat mencapai pasar domestik Tiongkok pada hari yang sama setelah dipetik. Dalam lima bulan pertama, efisiensi keseluruhan bea cukai untuk barang antara kedua negara telah meningkat sebesar 35 persen.

Mulai dari industri pariwisata yang berkembang pesat hingga jaringan logistik yang lancar, konektivitas antara Tiongkok dan Laos terus meningkat baik dalam kualitas maupun efisiensi, memberikan dorongan kuat bagi pembangunan regional berkualitas tinggi.