Dubai, Bharata Online - Tren "Wisata ke Tiongkok" yang kian berkembang telah menjadi salah satu sorotan utama dalam ajang Arabian Travel Market (ATM) 2026 yang sedang berlangsung di Dubai, Uni Emirat Arab. Popularitas Tiongkok sebagai destinasi wisata global unggulan terus meningkat berkat perluasan akses bebas visa.

Acara yang berlangsung selama empat hari ini mempertemukan lebih dari 2.800 peserta pameran dan profesional pariwisata dari seluruh dunia untuk membahas kecerdasan buatan (AI), teknologi baru yang sedang berkembang, serta masa depan perjalanan yang dipersonalisasi.

Total pengunjung pada pameran edisi ke-33 ini diperkirakan mencapai 55.000 orang, menjadikannya acara bertema perjalanan terbesar di jenisnya di kawasan Timur Tengah.

Besarnya minat terhadap pariwisata Tiongkok terlihat jelas di paviliun negara tersebut, dengan terdapat rekor jumlah peserta pameran, yakni 28 perusahaan pariwisata yang berpartisipasi tahun ini. Para perwakilan perusahaan mengadakan pertemuan tatap muka dengan perusahaan perjalanan dari Timur Tengah dan wilayah lainnya, sembari memamerkan berbagai rencana perjalanan khusus yang dirancang untuk memenuhi kebutuhan wisatawan dari kawasan Teluk.

Peningkatan permintaan ini didorong oleh langkah Tiongkok yang secara konsisten memperluas akses bebas visa bagi lebih banyak pemegang paspor yang memenuhi syarat. Sejak meluncurkan program uji coba untuk enam negara pada Desember 2023, Tiongkok telah memberikan kebijakan bebas visa masuk secara sepihak bagi wisatawan dari 50 negara, yang memungkinkan masa tinggal hingga 30 hari.

Selain itu, durasi program transit khusus telah diperpanjang dari sebelumnya 72 atau 144 jam menjadi 240 jam. Penambahan Kirgistan dan Vietnam bulan lalu menjadikan total negara yang memenuhi syarat untuk inisiatif ini sebanyak 57 negara.

Baik peserta pameran maupun pengunjung sepakat bahwa kemudahan akses masuk dengan cepat mengubah rasa penasaran terhadap Tiongkok menjadi rencana perjalanan yang nyata.

"Setelah Tiongkok menghapus persyaratan visa bagi banyak negara GCC (Dewan Kerja Sama Teluk), kami melihat adanya permintaan yang tinggi dari negara-negara kami, dan kami berharap akan ada rombongan wisatawan yang lebih besar pada musim panas mendatang," ujar seorang pelaku usaha pariwisata.

Selain program pembebasan visa ini, minat untuk mengunjungi Tiongkok dan ketertarikan terhadap tren gaya hidup Tiongkok juga melonjak secara daring, dengan tagar seperti "China Travel" dan "Chinamaxxing" yang menjadi viral di berbagai platform media sosial global.

"(Saya tertarik pada) sejarahnya, tentu saja, dan berbagai perkembangan baru terkait banyak hal—pabrik, pameran di seluruh dunia, sungguh. Saya ingin sekali berkunjung ke sana," ujar peserta lain di pameran Dubai tersebut.