Paris, Bharata Online - Denza, merek premium milik produsen mobil asal Tiongkok, BYD, membuka "Denza Paris Opera House", sebuah ruang pamer (showroom) dan wadah pengalaman merek seluas 417 meter persegi di Paris, Prancis, pada hari Rabu (16/9), yang menarik perhatian tokoh politik, pemimpin bisnis, serta banyak penggemar kendaraan listrik.
Berlokasi di wilayah arrondissement ke-9 kota tersebut, tempat baru itu menyoroti semakin kuatnya kehadiran merek otomotif Tiongkok di pasar Prancis. Xavier Iacovelli, Wakil Presiden Senat Prancis, menyampaikan pandangannya mengenai tren ini.
"Menurut saya, mobil-mobil Tiongkok semakin banyak hadir di pasar Eropa, terutama karena daya tarik ekonomis dan harga yang ditawarkan oleh produsen Tiongkok kepada konsumen Eropa. Inilah sebabnya mengapa semakin banyak orang Eropa beralih ke model-model buatan Tiongkok. Terkait resistensi yang mungkin kita lihat di Eropa dan di kalangan sebagian produsen mobil, saya tidak akan menutupi fakta bahwa sebagai pembuat undang-undang di Prancis, kami juga menaruh perhatian pada upaya mempertahankan sektor industri kami, khususnya industri otomotif Prancis dan Eropa. Namun, menurut saya, persaingan juga bisa menjadi hal yang positif. Jika hal itu dapat membantu produsen mobil Prancis dan Eropa untuk membuat kemajuan, menjadi lebih kompetitif, beralih ke teknologi baru, dan menekan biaya produksi, maka hal tersebut akan memungkinkan kami untuk memenuhi permintaan yang terus meningkat dari konsumen Prancis dan Eropa," jelas Iacovelli, yang mewakili departemen Hauts-de-Seine.
Di luar dimensi industri, perbedaan ekspektasi konsumen juga turut membentuk pasar otomotif, dengan pelanggan Eropa semakin sering menjumpai fitur dan teknologi yang sudah umum ditemukan pada kendaraan Tiongkok.
Philippe Leitad, Manajer Umum grup layanan otomotif Harmony Auto, mengatakan bahwa pengendara di Tiongkok umumnya memiliki ekspektasi yang lebih tinggi terhadap teknologi di dalam kendaraan.
"Pengendara di Tiongkok sudah terbiasa dengan kemajuan teknologi karena adanya armada kendaraan listrik yang luas di sana, berbeda dengan di Eropa. Jadi saat ini, menurut saya konsumen Tiongkok mengharapkan kemajuan teknologi yang lebih besar. Segala sesuatunya bergerak sangat cepat di Tiongkok. Ada inovasi baru setiap harinya di Tiongkok. Di Prancis, situasinya agak berbeda," ujar Leitad.
Daya tarik kendaraan listrik Tiongkok sudah tercermin dalam pilihan pembelian sebagian konsumen Prancis. Gilles Poingt, Manajer Umum perusahaan teknologi Prancis Uxtech, termasuk salah satu orang yang memilih kendaraan listrik buatan Tiongkok.
"Saya membeli kendaraan listrik asal Tiongkok secara spontan karena perbandingan harga dan teknologinya, dan saya sangat puas dengannya. Itu saja. Saya berharap bisa terus menikmati kendaraan saya untuk waktu yang lama," ujar Poingt.