Beijing, Bharata Online - Tiongkok dengan tegas menentang apa yang disebut sebagai pembatasan sukarela terhadap ekspor kendaraan hibrida Tiongkok ke Eropa, karena langkah tersebut sangat melanggar aturan Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) serta bertentangan dengan kaidah ekonomi pasar dan prinsip persaingan yang adil, demikian disampaikan Juru Bicara Kementerian Perdagangan Tiongkok pada hari Jumat (18/9).
Juru Bicara tersebut menyampaikan pernyataan itu sebagai tanggapan atas laporan media baru-baru ini yang menyebutkan bahwa Uni Eropa (UE) menginginkan Tiongkok membatasi ekspor kendaraan hibrida ke Eropa secara sukarela, dan jika tidak, Tiongkok dapat menghadapi tarif yang lebih tinggi.
"Apa yang disebut sebagai pembatasan ekspor sukarela ini sangat melanggar aturan WTO serta bertentangan dengan kaidah ekonomi pasar dan prinsip persaingan yang adil. Tiongkok dengan tegas menentang hal ini," ujar Jubir tersebut.
"Posisi Tiongkok konsisten. Setiap solusi antara Tiongkok dan UE harus menjamin keseimbangan kepentingan, mematuhi aturan WTO serta hukum domestik masing-masing pihak, dan mengakomodasi sepenuhnya kepentingan industri dari kedua belah pihak," imbuh Jubir tersebut.