Nanning, Bharata Online - China-ASEAN Expo yang sedang berlangsung menjadi jembatan bagi Tiongkok dan Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (ASEAN) untuk meningkatkan arus perdagangan, serta membantu kedua belah pihak menikmati manfaat pembangunan bersama.

Acara yang dijadwalkan berlangsung pada 17 hingga 21 September 2026 di Kota Nanning, Daerah Otonom Guangxi Zhuang, Tiongkok Selatan ini telah menarik lebih dari 3.400 peserta pameran dari lebih dari 70 negara dan wilayah.

Tahun ini, Timor-Leste berpartisipasi untuk pertama kalinya sebagai anggota penuh ASEAN sekaligus tuan rumah bersama pameran tersebut. Para peserta mencatat bahwa hasil yang dicapai melampaui ekspektasi, didorong oleh besarnya pasar Tiongkok.

"Saya membawa 60 kemasan kopi seberat 250 gram, yang biasanya habis terjual dalam satu hari. Kini saya menyadari bahwa pasar Tiongkok terbuka bagi siapa saja dan sangatlah besar," ujar seorang peserta pameran dari Timor-Leste.

Para peserta juga menyambut baik pembangunan Kanal Pinglu di Tiongkok, yang secara resmi dibuka untuk lalu lintas pada hari Rabu (16/9) lalu. Kanal sepanjang 134,2 km ini membentang dari Hengzhou, sebuah kota setingkat kabupaten di Guangxi, hingga Teluk Beibu, yang merupakan akses laut terdekat bagi sebagian besar wilayah barat daya Tiongkok.

Kanal itu menjadi jalur pintas antarmoda sungai-laut yang kompetitif dari segi biaya, menghubungkan produsen ASEAN dengan pasar konsumen yang luas di wilayah barat daya Tiongkok, ungkap para peserta.

"Dulu, pengiriman barang ke wilayah barat daya Tiongkok biasanya dilakukan melalui jalur laut ke Guangzhou, kemudian dilanjutkan melalui jalur darat. Terlalu banyak tahapan pemindahan barang menyulitkan upaya menjaga kesegaran produk. Kerugian pun tinggi dan waktu tempuh tidak dapat dipastikan. Kini setelah kanal dibuka, kami dapat masuk langsung ke (Daerah Otonom Guangxi Zhuang) dari Teluk Beibu dan melanjutkan perjalanan ke Yunnan, Guizhou, serta Sichuan, produk lebih cepat sampai ke rak supermarket dan meja makan di wilayah tenggara (Tiongkok)," kata seorang peserta pameran dari Vietnam.

Dengan penandatanganan resmi Protokol Peningkatan Kawasan Perdagangan Bebas (Free Trade Agreement/FTA) Tiongkok-ASEAN 3.0 pada Oktober 2025, kerja sama bilateral telah meluas melampaui sektor ekonomi dan perdagangan ke bidang-bidang baru seperti ekonomi digital dan ekonomi hijau.

"Saya sedang mencari investor untuk mengembangkan sektor pertanian dan pariwisata terpadu bersama kami di Malaysia," ujar seorang peserta pameran dari Malaysia.

Hubungan ekonomi antara Tiongkok dan ASEAN terus menguat. Perdagangan bilateral melampaui angka 1 triliun dolar AS (sekitar 17.814 triliun rupiah) untuk pertama kalinya pada tahun 2025, dengan total nilai mencapai 1,05 triliun dolar (sekitar 18.704 triliun rupiah), naik 7,4 persen secara tahunan.

Pada tujuh bulan pertama tahun 2026, perdagangan antara kedua pihak mencapai 744,41 miliar dolar (sekitar 13.261 triliun rupiah), meningkat 24,7 persen secara tahunan dan mencakup 21,8 persen dari total perdagangan luar negeri Tiongkok.

Tiongkok tetap menjadi mitra dagang terbesar ASEAN selama 17 tahun berturut-turut, sementara ASEAN menjadi mitra dagang terbesar Tiongkok selama enam tahun berturut-turut.