Beijing, Bharata Online - Volume impor Tiongkok diperkirakan akan mencapai rekor tertinggi, melampaui 20 triliun yuan (sekitar 53 ribu triliun rupiah), demikian disampaikan oleh seorang pejabat Kementerian Perdagangan Tiongkok pada hari Jumat (18/9).
Dalam konferensi pers di Beijing, Asisten Menteri Perdagangan Tiongkok, Zhang Li, memaparkan kepada media mengenai kontribusi Tiongkok terhadap pertumbuhan perdagangan global sebagai negara pedagang barang terbesar di dunia.
Berbekal sistem industri yang lengkap dan industri pendukung yang tangguh, Tiongkok menyediakan barang-barang manufaktur, seperti peralatan produksi bagi berbagai negara di seluruh dunia, khususnya negara-negara berkembang. Hal ini memberikan dukungan krusial bagi perekonomian riil, industrialisasi, serta integrasi negara-negara tersebut ke dalam rantai pasok global.
Sementara itu, Tiongkok terus memperluas impor melalui pendekatan ganda yang mencakup kebijakan dan berbagai inisiatif, sehingga manfaat dari pasar domestiknya yang sangat besar dapat dirasakan secara global.
"Dalam delapan bulan pertama tahun ini, impor Tiongkok tumbuh sebesar 22 persen, laju tercepat sejak tahun 2021. Nilai impor tahunannya diperkirakan akan melampaui angka 20 triliun yuan (sekitar 53 ribu triliun rupiah) untuk pertama kalinya. Semakin banyak produk berkualitas tinggi dari berbagai penjuru dunia yang memasuki pasar konsumen Tiongkok serta terintegrasi ke dalam rantai produksi dan pasokannya; hal ini mendatangkan lebih banyak pesanan bagi pelaku usaha di berbagai negara, mendukung pengembangan industri terkait, dan menciptakan lebih banyak lapangan kerja lokal," ujar Zhang.