Kairo, Bharata Online - Sebuah ajang pameran karya film dan televisi terbaru dari China Media Group (CMG) telah dibuka di Kairo pada hari Selasa (25/8). Program-program tersebut dijadwalkan untuk ditayangkan di televisi nasional Mesir dan berbagai saluran media lokal utama lainnya hingga akhir tahun.

Hampir sepuluh karya berkualitas tinggi dari CMG ditampilkan dalam acara tersebut, mencakup topik-topik mulai dari kiprah diplomatik dan visi budaya Presiden Tiongkok, Xi Jinping, hingga modernisasi Tiongkok serta dialog antara peradaban Tiongkok dan Arab.

Pihak penyelenggara menyatakan bahwa program-program tersebut menyuguhkan gambaran yang komprehensif dan autentik mengenai Tiongkok kontemporer beserta budayanya bagi pemirsa Mesir.

"Terdapat banyak nilai bersama antara masyarakat Tiongkok dan Mesir, yang tercermin dalam tradisi, adat istiadat, dan pandangan hidup kita. Oleh karena itu, pemirsa Mesir dapat dengan mudah merasa terhubung dengan program-program ini. Tayangan ini dapat menjadi jembatan bagi kerja sama dan pertukaran yang lebih luas antara Mesir dan Tiongkok," ujar Mohamed Ali Shouman, seorang akademisi Mesir yang menghadiri acara tersebut.

"Tiongkok perlu menjangkau dunia Arab lebih jauh lagi. Sekitar 400 juta orang di kawasan ini menggunakan bahasa Arab. Budaya Tiongkok dapat diperkenalkan ke kawasan ini melalui film dan program televisi berbahasa Arab. Hal ini dapat membantu memperkuat soft power diplomatik Tiongkok," kata Ali El-Hefny, Wakil Ketua Asosiasi Persahabatan Mesir-Tiongkok.

Acara ini merupakan kelanjutan dari kegiatan serupa yang pernah diselenggarakan oleh China Media Group di Kairo pada tahun 2024.

Menurut Mohamed Ibrahim, Kepala Televisi Nasional Mesir, unsur-unsur Mesir yang ditampilkan dalam karya-karya produksi Tiongkok kembali menarik perhatian pemirsa setempat, sekaligus menyoroti ikatan budaya antara kedua negara.

"China Media Group memproduksi program-program yang secara khusus ditujukan bagi pemirsa Mesir. Langkah ini akan membantu memperdalam saling pengertian dan mendekatkan kedua negara kita yang secara geografis berjauhan. Program-program ini akan membantu masyarakat Mesir dan Tiongkok—dua peradaban kuno—untuk menjadi semakin dekat satu sama lain," ujarnya.