NANNING, Bharata Online - Sektor manufaktur dengan volume angkutan tinggi seperti industri pulp dan kertas, termasuk raksasa produksi Jiangnan Paper Group, secara langsung merasakan dampak ekonomi dari pembukaan Kanal Pinglu di Nanning, Guangxi, Tiongkok Selatan.  Otoritas maritim setempat memperkirakan komprehensif biaya logistik kontainer turun antara 18 hingga 30 persen. Penghematan ini memberikan ruang margin keuntungan yang jauh lebih sehat bagi perusahaan untuk bersaing di pasar internasional.

Jiangnan Paper Group adalah perusahaan swasta Tiongkok yang bergerak di industri pembuatan dan pengolahan produk kertas, khususnya kertas tisu komersial dan sanitasi.  Ini adaah lokasi kunjungan ketiga pada hari pertama CMG-ASEAN Media Cooperation. Perusahaan ini didirikan pada Juni 1996, dengan lokasi utama di Nanning, Daerah Otonomi Guangxi Zhuang, Tiongkok, dan fasilitas produksi utama di Liujing Industrial Park dan Binyang County.  Perusahaan telah mengantongi sertifikasi sistem manajemen mutu internasional ISO-9001 sejak Desember 2008.

Jiangnan Paper berfokus pada riset dan pengembangan, produksi, dan penjualan produk kertas tisu (wiping paper), di antaranya tisu handuk tangan, tisu wajah, tisu dapur, tisu toilet dan gulungan besar (jumbo rolls) yang banyak digunakan untuk kebutuhan komersial seperti hotel, restoran, gedung perkantoran, bandara, serta kebutuhan rumah tangga.

Untuk mendukung program ramah lingkungan, perusahaan menggunakan bahan baku lokal yang melimpah di Guangxi, termasuk bagasse (ampas tebu) dan pulp kayu.

Selain memenuhi pasar domestik di Tiongkok, produk-produk dari Jiangnan Paper juga diekspor ke berbagai negara, termasuk Jepang, Amerika Serikat, Australia, dan Asia Tenggara.  

Dengan adanya Terusan Pinglu, bagi industri hilir seperti kertas, transportasi air dengan kapasitas kapal hingga 5.000 ton adalah sebuah berkah logistik. Perusahaan tidak hanya menghemat waktu kirim, tetapi juga mampu merespons permintaan pasar luar negeri secara instan dengan biaya produksi yang jauh lebih kompetitif, dan dalam skala produksi yang lebih terukur.

Efisiensi pasokan dari rantai pasok ini sekaligus memperkokoh posisi strategis perdagangan antara Tiongkok dan negara-negara ASEAN, dimana produk-produk kertas kini dapat dikirim langsung dari dermaga pedalaman pabrik, dan tiba di pelabuhan-pelabuhan utama Asia Tenggara dalam waktu singkat, membuka keran investasi dan kerja sama simbiotik yang lebih mendalam di kawasan regional.

Dengan terbukanya gerbang "Tol Air" raksasa ini, integrasi ekonomi koridor darat-laut internasional, dinilai akan melaju semakin cepat, dan menempatkan para pelaku industri manufaktur di garda terdepan rantai pasok global. (Bharata Online)