BEIJING, Bharata Online - Indeks harga produsen (PPI) Tiongkok naik 1,0% secara bulanan, dan 0,5% secara tahunan pada bulan Maret, menandai kenaikan tahunan pertama, setelah 41 bulan berturut-turut mengalami penurunan.
Data dari Biro Statistik Nasional (NBS) pada hari Jumat, menunjukkan, bahwa PPI Tiongkok, atau harga barang di pabrik, telah tumbuh secara berurutan selama enam bulan berturut-turut, dan mencatat kenaikan bulanan terbesar dalam 48 bulan, pada bulan Maret 2026, naik 0,6 poin persentase dari pertumbuhan bulan Februari.
Kenaikan tersebut didorong oleh kenaikan pesat harga komoditas global, dan peningkatan dinamika penawaran-permintaan di beberapa sektor domestic.
Ahli statistik NBS, Dong Lijuan mengatakan, diantara industri-industri utama, harga perangkat keras dan elektronik terkait AI, serta sektor transisi hijau adalah yang palling menonjol.
Harga manufaktur serat optik melonjak 76,1% secara tahunan; perangkat dan komponen penyimpanan eksternal melonjak 21,1%, dan material khusus elektronik melonjak 18,7% seiring dengan pesatnya ekspansi inisiatif "AI Plus", disamping lonjakan permintaan daya komputasi.
Sementara itu transformasi hijau yang mendorong pembangunan, dengan harga pengolahan bahan bakar biomassa dan pemanfaatan sumber daya limbah, masing-masing naik 6,1% dan 0,9%.
Data dari NBS juga menunjukkan bahwa indeks harga konsumen (CPI) naik 1,0% secara tahunan, dan turun 0,7% secara bulanan pada bulan Maret, karena permintaan konsumen turun secara musiman, setelah liburan Festival Musim Semi.
Sementara Indeks Harga Konsumen inti, yang tidak termasuk harga makanan dan energi, meningkat 1,1% secara tahunan.
Secara spesifik, harga perangkat penyimpanan data meningkat sebesar 5,5%, didorong oleh kenaikan biaya bahan baku dan permintaan yang kuat. (Sampul via VCG)