Hainan, Bharata Online - Kedatangan wisatawan internasional ke provinsi pulau tropis selatan Tiongkok, Hainan, telah melonjak sejak pulau tersebut meluncurkan operasi bea cukai khusus pada 18 Desember 2025.
Data resmi menunjukkan bahwa pulau tersebut mencatat 186.000 kedatangan dan keberangkatan warga asing pada bulan pertama setelah peraturan baru diberlakukan, peningkatan 46 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Di antara mereka, sekitar 87.000 pengunjung asing memasuki Hainan tanpa visa selama bulan lalu, yang mewakili peningkatan 64 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Sebagian besar pengunjung datang untuk berwisata, terutama dari Rusia, Malaysia, Indonesia, Korea Selatan, Kazakhstan, dan Singapura.
Kemudahan kebijakan bebas visa merupakan keuntungan langsung bagi para profesional pariwisata, seperti yang dicatat oleh pemandu wisata Malaysia, Liu Jiayun.
"Kebijakan bebas visa membuat perjalanan jauh lebih nyaman. Hainan sudah cukup terkenal. Kami berencana mengunjungi Pulau Bunga Laut di Danzhou, kemudian Haikou dan Sanya. Ini adalah kunjungan pertama saya ke sini, dan saya membawa rombongan 20 wisatawan Malaysia," katanya.
Para wisatawan sendiri juga tertarik oleh kemudahan perjalanan dan daya tarik Hainan yang beragam, mulai dari reuni keluarga hingga eksplorasi budaya.
"Menurutku cukup lancar dan efisien. Jadi, aku akan pergi ke Hainan untuk liburan keluarga karena keluarga suamiku berasal dari Hainan. Jadi, kami ingin meluangkan waktu untuk bertemu anggota keluarga dan kudengar pemandangannya sangat indah. Kudengar juga ada beberapa pusat perbelanjaan besar, jadi kami juga ingin berbelanja di sini. Jadi, sangat menyenangkan untuk menjelajahi Hainan," ujar Jennifer, seorang wisatawan dari Singapura.
"Kami berharap bisa mengobrol, naik kereta, dan kemudian berkeliling. Ini hal baru bagi kami dan tentu saja, Su Dongpo sangat menarik bagiku. Aku belajar sastra Tiongkok, sejak kecil aku telah mempelajari sejarah Tiongkok dan puisi serta sastra Tiongkok," ungkap Cai Yinghui, wisatawan lain dari Singapura, merujuk pada penyair dan tokoh budaya terkemuka dari Dinasti Song Tiongkok (960–1279).
Hainan juga telah mendirikan 29 kantor promosi pariwisata di 18 negara dan wilayah, serta toko-toko pariwisata di kota-kota termasuk Hong Kong dan Jakarta.
Rencana pemerintah Tiongkok menunjukkan bahwa pada akhir tahun 2026, tempat-tempat wisata dan hotel-hotel kelas atas di Hainan akan memiliki papan nama dalam lima bahasa, yakni Tiongkok, Inggris, Rusia, Jepang, dan Korea, serta 10.000 staf layanan pariwisata internasional akan diberikan pelatihan bahasa untuk membantu menghilangkan hambatan komunikasi.