Shanghai, Bharata Online - Festival Musim Semi di Tiongkok telah memicu lonjakan pariwisata masuk tahun ini, didorong oleh perluasan akses bebas visa dan meningkatnya permintaan internasional untuk pengalaman budaya tradisional Tiongkok.

Festival Musim Semi, yang menandai awal Tahun Baru Imlek, menyaksikan migrasi manusia tahunan terbesar di dunia karena ratusan juta orang melakukan perjalanan domestik untuk reuni keluarga dan berlibur. Tak hanya itu, semakin banyak pula wisatawan asing yang datang ke Tiongkok selama periode tersebut.

Platform perjalanan utama Tiongkok telah melaporkan lonjakan tajam dalam pemesanan masuk seiring dimulainya Tahun Kuda, dengan semakin banyak wisatawan luar negeri yang memilih untuk merayakan festival tersebut secara langsung. Hanya dalam dua minggu terakhir, pemesanan penerbangan dari Thailand, Korea Selatan, Malaysia, Vietnam, dan Singapura telah melonjak lebih dari 400 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Tren pertumbuhan ini juga terlihat di luar Asia. Pemesanan dari Argentina telah meningkat sembilan kali lipat, sementara beberapa negara Eropa telah mencatat pertumbuhan lebih dari 200 persen, menyoroti daya tarik global yang semakin luas dari Tahun Baru Imlek.

"Saya punya teman yang kuliah di sini di Tiongkok. Sekarang saya mengunjunginya karena dia kuliah di sini selama satu tahun. Saya mencari waktu yang tepat untuk mengunjunginya dan kemudian saya melihat ada Tahun Baru Imlek, jadi saya memutuskan untuk datang minggu ini," kata Kilian Johannes, seorang pengunjung dari Jerman.

"Saya memilih Tiongkok untuk berkunjung selama tahun baru. Saya sangat senang. Saya akan tinggal di sini selama 10 hari. Saya rasa saat ini cukup ramah, jadi saya sangat senang," ungkap Gabriel Pablo, seorang pengunjung dari Chili.

Pada tahun 2025, Tiongkok memperluas akses bebas visa sepihak ke 48 negara dan pembebasan visa timbal balik ke 29 negara, yang secara signifikan mempermudah rencana perjalanan mendadak. Banyak penumpang yang tiba terkesan dengan proses masuk yang lancar.

"Shanghai adalah kota yang sangat populer dan saya mengunjungi kota ini dan melihat destinasinya. Proses visa sangat mudah dan nyaman," ujar Mario Alexander Ulrich, pengunjung lain dari Jerman, yang saat ini menikmati status bebas visa untuk masuk ke Tiongkok.

Operator tur mencatat bahwa "tur pengalaman Tahun Baru Imlek" menjadi salah satu paket yang paling dicari musim ini, karena pariwisata inbound bergeser dari wisata tradisional menuju pengalaman budaya yang lebih mendalam. Kota-kota besar seperti Shanghai, Beijing, dan Guangzhou termasuk di antara destinasi utama bagi wisatawan internasional yang ingin merasakan suasana meriah.

Di Shanghai, lebih dari 2.500 acara bertema telah diluncurkan, mulai dari pajangan lampion dan adat istiadat hingga pelayaran sungai, menciptakan pengalaman liburan yang mendalam bagi pengunjung domestik dan mancanegara.

Sementara itu, destinasi dengan ciri khas budaya juga semakin populer. Chongqing di Tiongkok Barat Daya menarik wisatawan dengan lanskap perkotaan dan kulinernya yang unik, sementara kota Harbin yang dingin di utara menarik banyak orang dengan penawaran wisata es dan saljunya yang terkenal.

Budaya Tiongkok semakin beresonansi dengan audiens muda di seluruh dunia. Tren viral "Menjadi Orang Tiongkok" menyoroti meningkatnya minat akan pengalaman budaya otentik, mulai dari kuliner meriah hingga pasar malam kuil yang ramai. Dengan kebijakan perjalanan yang lebih menguntungkan dan meningkatnya rasa ingin tahu tentang perayaan tradisional, pariwisata mancanegara selama Festival Musim Semi memasuki tahap ekspansi baru yang didorong oleh aksesibilitas dan koneksi budaya.