Chongqing, Bharata Online - Wisatawan internasional tidak lagi hanya singgah di kota-kota transit Tiongkok selama Festival Musim Semi 2026, karena pengalaman meriah, produk pariwisata inovatif, dan layanan yang nyaman mendorong lebih banyak wisatawan untuk tinggal lebih lama.
Di Distrik Wanzhou, Kota Chongqing, Tiongkok barat daya, manfaat kebijakan bebas visa negara tersebut semakin terlihat. Meskipun distrik ini secara tradisional berfungsi sebagai titik transit bagi wisatawan yang naik kapal pesiar Yangtze atau beralih ke kereta cepat, liburan tahun ini menyaksikan perubahan signifikan karena pengunjung memilih untuk tinggal dan menikmati suasana meriah Tahun Baru Imlek setempat.
"Saya sangat menikmati Wanzhou. Makanan di sini luar biasa, daging domba kukusnya sangat enak, ikan bakarnya, mie zajiang. Saya sangat menyukainya. Sungainya sangat indah, banyak yang bisa dilakukan dan pegunungannya juga sangat indah. Beberapa hari ke depan saya berencana untuk mengunjungi air terjun Wanzhou dan juga menikmati Tahun Baru Imlek," ujar Wisatawan dari Afrika Selatan.
Untuk mengakomodasi peningkatan jumlah wisatawan yang datang, terutama mereka yang transit semalaman, pemerintah setempat meluncurkan Tur Malam Pinghu. Inisiatif ini menampilkan pertunjukan cahaya drone, pasar malam ikan bakar, dan pertunjukan warisan budaya tak benda 24 jam, yang berhasil mengubah Wanzhou dari sekadar tempat persinggahan menjadi destinasi utama.
Data dari departemen pariwisata setempat menunjukkan bahwa pesanan perjalanan masuk ke Wanzhou melonjak 40 persen dari tahun ke tahun selama liburan Festival Musim Semi 2026.
Di Bandara Internasional Ibu Kota Beijing, program tur setengah hari gratis yang baru diluncurkan untuk penumpang transit internasional telah mengalami permintaan tinggi selama liburan, dengan rata-rata lebih dari 100 pendaftaran harian. Program ini membawa para pelancong ke tempat-tempat ikonik seperti Kuil Surga dan Jalan Qianmen, memungkinkan mereka untuk memanfaatkan waktu transit mereka sebaik mungkin.
"Sungguh luar biasa bisa pergi ke kuil kuno. Saya pikir itu sangat, sangat keren untuk melihat sedikit sejarah Tiongkok," kata Turis dari Selandia Baru.
Kehangatan perayaan juga telah mencapai gerbang maritim Tiongkok. Di kota pelabuhan Shantou, Provinsi Guangdong, Tiongkok selatan, kebijakan baru memungkinkan anggota kru asing untuk melewati waktu tunggu tradisional dan langsung menuju ke tempat-tempat wisata lokal. Petugas inspeksi perbatasan kini mengirimkan email undangan ke kapal-kapal terlebih dahulu, sehingga memungkinkan awak kapal untuk melewati bea cukai dengan cepat dan bergabung dalam perayaan Tahun Baru.
"Semua kesan yang saya terima di Tiongkok ini adalah hadiah bagi saya," ungkap Pelaut Rusia.