Beijing, Bharata Online - Ekonomi Tiongkok secara umum tetap stabil pada bulan Juli 2026, seiring dengan tercatatnya pertumbuhan yang lebih kuat di sektor manufaktur maju, transformasi digital-cerdas, dan perdagangan luar negeri, demikian disampaikan oleh Juru Bicara Biro Statistik Nasional (National Bureau of Statistics/NBS) pada hari Senin (17/8).

Dalam sebuah konferensi pers di Beijing, Fu Linghui, Juru Bicara NBS, memaparkan situasi ekonomi Tiongkok pada bulan Juli 2026 kepada awak media. Ia mencatat bahwa ekonomi negara tersebut telah menunjukkan ketahanan dan vitalitasnya.

"Vitalitas ekonomi Tiongkok terutama terlihat pada tiga bidang: peningkatan industri, transformasi digital-cerdas, dan pertumbuhan perdagangan luar negeri. Inovasi memainkan peran yang semakin besar dalam mendorong pertumbuhan, sementara peningkatan industri memperoleh momentum yang kuat," ujar Fu.

Ia kemudian menggunakan sejumlah data untuk memperkuat pernyataannya.

"Pada bulan Juli, nilai tambah industri berteknologi tinggi di kalangan perusahaan industri berskala besar meningkat sebesar 16,9 persen secara tahunan, dan nilai tambah manufaktur produk digital serta cerdas naik sebesar 17,3 persen secara tahunan, yang menunjukkan laju pertumbuhan yang relatif cepat," kata Fu.

"Berdasarkan jenis produk, pertumbuhan produk cerdas terkait seperti robot industri dan reducer robot melampaui 20 persen pada bulan Juli. Tiongkok terus memperluas hubungan ekonomi dan perdagangan dengan berbagai negara di dunia atas dasar saling menguntungkan. Dengan mengandalkan keunggulan rantai industri yang lengkap serta kualitas produk yang terus membaik, total volume perdagangan luar negeri Tiongkok pada bulan tersebut meningkat sebesar 19,2 persen secara tahunan, mempertahankan laju pertumbuhan yang relatif cepat," jelasnya.