Beijing, Bharata Online - Pasar valuta asing (valas) Tiongkok tetap beroperasi secara stabil pada bulan Juli 2026 di tengah lingkungan eksternal yang kompleks dan terus berubah. Arus modal lintas batas juga meningkat dan penyelesaian transaksi valas perbankan mencatatkan surplus, demikian disampaikan oleh Administrasi Negara untuk Valuta Asing atau State Administration of Foreign Exchange (SAFE) pada hari Senin (17/8).
Li Bin, Wakil Administrator sekaligus Juru Bicara SAFE, mengatakan bahwa sejak bulan Juli 2026, lingkungan eksternal menjadi semakin kompleks akibat meningkatnya ketidakpastian geopolitik, sementara pasar keuangan internasional terus menunjukkan fluktuasi.
Ia juga mengungkapkan bahwa pasar valas Tiongkok tetap stabil, ditandai dengan ekspansi yang konsisten dalam penerimaan dan pembayaran lintas batas, ekspektasi pasar yang secara umum stabil, serta perdagangan valas yang rasional dan tertib.
Menurut data SAFE, bank-bank menyelesaikan transaksi valas senilai 1,8097 triliun yuan (sekitar 4.793 triliun rupiah) dan menjual valas senilai 1,6856 triliun yuan (sekitar 4.449 triliun rupiah) pada bulan Juli 2026, sehingga menghasilkan surplus sebesar 18,3 miliar dolar AS (sekitar 327 triliun rupiah).
Selama periode Januari hingga Juli 2026, akumulasi penyelesaian transaksi mencapai 12,6020 triliun yuan (sekitar 33.366 triliun rupiah), dengan total penjualan valas sebesar 10,6048 triliun yuan (sekitar 28 ribu triliun rupiah). Dalam nilai dolar AS, angka tersebut masing-masing tercatat sebesar 1,8316 triliun (sekitar 32.126 triliun rupiah) dan 1,5422 triliun (sekitar 27.486 triliun rupiah).
Data tersebut juga menunjukkan bahwa total penerimaan dan pembayaran lintas batas oleh sektor nonbank, termasuk pelaku bisnis dan perorangan, mencapai 1,7 triliun dolar AS (sekitar 30.345 triliun rupiah) pada bulan Juli 2026, naik 20 persen secara tahunan, sementara volume perdagangan pasar valas mencapai 4,3 triliun dolar AS (sekitar 76.756 triliun rupiah), meningkat 8 persen.
Arus masuk bersih modal lintas batas dari sektor nonbank tercatat sebesar 59,8 miliar dolar AS (sekitar 1.067 triliun rupiah) pada bulan Juli 2026. Adapun arus masuk bersih dari perdagangan barang tetap tinggi, sedangkan arus keluar dari perdagangan jasa dan pembagian dividen perusahaan yang didanai modal asing tetap stabil.