Beijing, Bharata Online - Ekonomi Tiongkok menunjukkan momentum yang stabil menuju pembangunan berkualitas tinggi yang didorong oleh inovasi pada bulan Agustus 2026, menurut Fu Linghui, Juru Bicara Biro Statistik Nasional negara tersebut, dalam konferensi pers pada hari Selasa (15/9) di Beijing.

Ia mengatakan bahwa produksi industri di Tiongkok mengalami percepatan pada bulan Agustus, dengan pertumbuhan signifikan di sektor manufaktur peralatan dan teknologi tinggi.

"Pada bulan Agustus, total nilai tambah perusahaan industri di atas skala tertentu tumbuh sebesar 5,2 persen secara tahunan, 0,7 poin persentase lebih cepat dibandingkan bulan sebelumnya, atau naik 0,54 persen secara bulanan," ujarnya.

Jika dirinci berdasarkan sektor, nilai tambah pertambangan turun 1,4 persen secara tahunan, nilai tambah manufaktur tumbuh 6,1 persen, serta nilai tambah produksi dan pasokan listrik, tenaga panas, gas, dan air naik 4,9 persen. Menurut Fu, nilai tambah manufaktur peralatan meningkat 12,1 persen secara tahunan dan manufaktur teknologi tinggi meningkat 16,7 persen. Angka ini masing-masing 6,9 poin persentase dan 11,5 poin persentase lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan perusahaan industri di atas skala tertentu secara keseluruhan.

Perusahaan industri di atas skala tertentu adalah perusahaan dengan pendapatan tahunan dari bisnis utama mencapai 20 juta yuan (sekitar 52,7 miliar rupiah) atau lebih.

Fu menambahkan bahwa sektor jasa Tiongkok juga terus berkembang pesat pada bulan Agustus 2026, khususnya di bidang jasa modern.

"Pada bulan Agustus, indeks produksi jasa tumbuh 4,1 persen secara tahunan. Dari segi sektor, indeks untuk transmisi informasi, perangkat lunak dan layanan teknologi informasi, penyewaan dan layanan bisnis, serta transportasi, pergudangan, dan layanan pos masing-masing tumbuh sebesar 9,6 persen, 9,0 persen, dan 4,8 persen secara tahunan. Selama delapan bulan pertama, indeks produksi jasa meningkat 4,7 persen secara tahunan," kata Fu.

Ia mengatakan penjualan pasar Tiongkok juga meningkat pada bulan Agustus 2026, dengan pertumbuhan ritel yang mencerminkan kondisi konsumsi yang kuat. Total penjualan ritel barang konsumsi mencapai 3.982,4 miliar yuan (sekitar 10.495 triliun rupiah), mencatatkan peningkatan dari tahun ke tahun sebesar 0,4 persen, meskipun sedikit menurun sebesar 0,13 persen secara bulanan.

Menurut Fu, aktivitas ekspor dan impor mencatat pertumbuhan yang kuat pada bulan lalu, disertai dengan struktur perdagangan yang lebih optimal.

"Pada bulan Agustus, total nilai impor dan ekspor barang mencapai 4.645,5 miliar yuan (sekitar 12.242 triliun rupiah), meningkat 19,8 persen secara tahunan, laju yang 0,6 poin persentase lebih cepat dibandingkan bulan sebelumnya. Secara rinci, total nilai ekspor mencapai 2.727,4 miliar yuan (sekitar 7.188 triliun rupiah), naik 18,6 persen. Sedangkan total nilai impor mencapai 1.918,1 miliar yuan (sekitar 5.055 triliun rupiah), naik 21,7 persen," jelas Fu.

Ia juga mengungkapkan bahwa tingkat pengangguran perkotaan yang disurvei di Tiongkok rata-rata berada di angka 5,2 persen selama delapan bulan pertama tahun 2026, tidak berubah dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Pada bulan Agustus 2026, indeks harga konsumen meningkat sebesar 0,8 persen secara tahunan, 0,3 poin persentase lebih tinggi dibandingkan bulan sebelumnya, atau naik 0,4 persen secara bulanan.

Selain itu, harga produsen untuk produk industri naik sebesar 3,8 persen secara tahunan, laju yang 0,3 poin persentase lebih cepat dibandingkan bulan sebelumnya, atau naik 0,4 persen secara bulanan. Harga pembelian bagi produsen industri naik sebesar 5,8 persen secara tahunan, atau naik 0,3 persen secara bulanan.