BEIJING, Radio Bharata Online - Penulis Alai, yang sangat terkenal dengan fiksinya, terutama Red Poppies, menyatakan bahwa menerbitkan sebuah buku bukanlah tujuannya. Baginya, proses penulisanlah yang penting karena melaluinya dia menavigasi pertanyaan-pertanyaan yang muncul di benaknya. Dalam karya nonfiksinya Zhandui, ia menyuarakan pemikirannya tentang etnisitas, masyarakat, dan bangsa.

 Alai mengingat kenangannya ketika menulis salah satu karyanya yang paling terkenal, Red Poppies, pada tahun 1994. Proses pembuatan novel tersebut bertepatan dengan pergantian empat musim di kampung halaman Ali, Maerkang, di Provinsi Sichuan, barat daya Tiongkok.

(CGTN)