Paris, Bharata Online - Paris Motor Show ke-91 resmi dibuka di ibu kota Prancis pada hari Senin (12/10), dengan jumlah produsen mobil asal Tiongkok yang memecahkan rekor dalam memamerkan model dan teknologi terbaru mereka, seiring upaya mereka untuk memperluas kehadiran di pasar Eropa.
Ajang yang berlangsung selama sepekan ini mempertemukan lebih dari 100 peserta pameran dan lebih dari 60 produsen mobil dari Eropa, Amerika, dan Asia. Kehadiran produsen mobil Tiongkok kali ini jauh lebih mencolok dibandingkan penyelenggaraan pameran dua tahunan tersebut sebelumnya.
Sebanyak 25 merek Tiongkok, yang diwakili oleh 16 produsen mobil termasuk BYD, XPeng, Changan, Dongfeng, dan Leapmotor, turut berpartisipasi. Jumlah ini kira-kira dua kali lipat dari jumlah peserta pada edisi sebelumnya.
Di tengah masa transformasi sektor otomotif, pameran tahun ini menampilkan beragam kendaraan listrik baru, model hibrida, dan teknologi canggih yang membentuk masa depan dunia otomotif.
Produsen Tiongkok hadir dengan strategi yang sangat beragam: ada yang berfokus pada keterjangkauan harga, ada yang mengincar segmen kendaraan mewah, dan ada pula yang berupaya mengembangkan solusi pengisian daya yang lebih cepat.
Bagi konsumen, kebutuhan mendasar tetap sama, yakni pertanyaan seputar harga kendaraan, perbaikan dan perawatan, performa baterai, serta kecepatan pengisian daya menjadi hal-hal utama yang menjadi perhatian.
Di tengah perubahan pesat yang mengubah wajah industri ini, perusahaan-perusahaan Tiongkok masih terus membangun reputasi mereka di pasar Eropa, namun banyak di antaranya bertekad menyampaikan pesan yang menegaskan komitmen jangka panjang mereka terhadap kawasan tersebut.
Produsen kendaraan listrik Xpeng telah mulai memantapkan posisinya di Eropa setelah menjalin kemitraan dengan pemasok otomotif terkemuka, Magna, untuk memproduksi mobil mereka di sebuah pabrik di Austria, serta membuka pusat penelitian dan pengembangan di Munich, Jerman.
Tang Zhikun, General Manager Pusat Bisnis Internasional Xpeng, menyatakan bahwa langkah-langkah tersebut bertujuan untuk menghadirkan stabilitas dalam ekspansi perusahaan, sembari menegaskan bahwa guncangan apa pun tidak akan mengubah rencana mereka.
"Kami melakukan hal tersebut sejak awal. Kami menyusun perencanaan yang dilokalisasi untuk Eropa, sehingga terlepas dari adanya tarif atau perubahan kebijakan lainnya, pandangan serta strategi jangka panjang kami tidak akan berubah. Jadi, dengan adanya pusat penelitian dan pengembangan di Eropa, produksi lokal melalui Magna, serta jaringan dealer setempat, kami dapat mengembangkan merek ini secara tangguh dan berkelanjutan di Eropa," ujar Tang.
Sementara itu, sejumlah merek besar Eropa, termasuk perusahaan otomotif Prancis seperti Citroen, Peugeot, dan Renault, serta Audi dan Volkswagen dari Jerman, juga menampilkan model-model baru dalam pameran di Paris ini, dengan kendaraan listrik, teknologi mengemudi cerdas, dan solusi mobilitas inovatif sebagai sorotan utama acara tahun ini.