Vilanec, Bharata Online - Merek sepeda motor asal Tiongkok, CFMOTO, terus memperkuat momentumnya di pasar Ceko seiring dengan semakin luasnya wawasan pengendara Eropa terhadap pilihan di luar produsen sepeda motor tradisional.
Merek ini mulai menarik perhatian para pembalap papan atas Eropa. Di Vilanec, Republik Ceko, juara reli Eropa, Tomas Valal, baru-baru ini menjajal sepeda motor CFMOTO dengan mengendarainya di lintasan yang mencakup medan berlumpur, berbatu, dan tanjakan curam. Ia mengaku terkesan dengan desain sepeda motor tersebut.
"Desainnya keren, ringkas, dan ringan. Tidak berat," ujarnya.
Tahun 2026 akan menjadi tahun kedua penyelenggaraan CFMOTO MT Challenge di Eropa, dengan acara yang dijadwalkan berlangsung pada bulan September 2026. Babak kualifikasi wilayah Ceko dan Slovakia akan mengirimkan pembalap terbaik mereka ke putaran final global di Spanyol pada bulan yang sama. Tahun lalu, putaran final perdana ajang ini mendatangkan 72 pembalap dari hampir 20 negara ke Australia.
Matej Oliva adalah salah satu pembalap yang berpartisipasi saat itu. Ia mengatakan bahwa sepeda motor asal Tiongkok sedang mengubah budaya balap di Eropa dan membentuk ulang peta pasar.
"Saya ingat masa ketika segalanya didominasi oleh jenis sepeda motor *superbike* tradisional. Jika ingin berkendara di medan off-road atau melakukan perjalanan jauh, pilihannya hanya BMW atau KTM, tidak ada yang lain. Namun, menurut saya pola pikir orang-orang kini sudah berbeda. Mereka menginginkan nilai sepadan dengan harga yang dibayarkan," kata pembalap tersebut.
Selain di dunia balap, daya tarik sepeda motor asal Tiongkok juga kian meningkat di kalangan pengendara umum. Para pelaku industri meyakini bahwa daya tarik ini tidak hanya terletak pada harga, tetapi juga mencakup aspek teknologi, kelengkapan fitur, serta jaringan dealer yang terus berkembang.
Jan Dohnal, Manajer Penjualan Umum di distributor sepeda motor Journeyman, mengatakan bahwa konsumen kini mencari fitur-fitur konektivitas.
"Konsumen mencari teknologi seperti konektivitas layar dengan ponsel dan fitur navigasi. Orang-orang ingin bisa berkendara seharian penuh, cukup dengan menyentuh titik tertentu di peta lalu menuju ke sana," ujar Dohnal.