Beijing, Bharata Online - Bank Rakyat Tiongkok, bank sentral negara tersebut, mengumumkan akan melakukan operasi reverse repo langsung senilai 800 miliar yuan (sekitar 1.988 triliun rupiah) pada hari Selasa (7/4) untuk menjaga likuiditas yang cukup dalam sistem perbankan.
Operasi ini akan memiliki kuantitas tetap dan dilakukan melalui penawaran suku bunga, dengan penawaran yang menang ditentukan pada beberapa tingkat harga. Menurut bank sentral tersebut, jangka waktunya adalah tiga bulan atau 89 hari.
Operasi reverse repo langsung, sebuah instrumen yang diperkenalkan bank sentral pada Oktober 2024 untuk mengelola likuiditas dalam sistem perbankan nasional, dilakukan setiap bulan dengan jangka waktu tidak lebih dari satu tahun.
Operasi ini telah memperkaya perangkat kebijakan moneter negara, melengkapi langkah-langkah sebelumnya seperti repo sementara, reverse repo sementara, dan pembelian serta penjualan obligasi pemerintah.