Guangzhou. Bharata Online - Bintang pelari cepat Tiongkok, Su Bingtian, mengakhiri lomba terakhirnya pada hari Kamis (20/11), finis di posisi keempat bersama rekan-rekan setimnya dalam nomor estafet 4x100 meter putra di Pesta Olahraga Nasional ke-15, sekaligus menutup kariernya yang gemilang selama 21 tahun.

Pelari berusia 36 tahun yang kini menjabat sebagai Dekan Fakultas Pendidikan Jasmani di Universitas Jinan itu berlaga di hadapan penonton yang hampir memenuhi kapasitas di Pusat Olahraga Olimpiade Guangdong yang berkapasitas 45.000 tempat duduk, sebagai perpisahan bagi atlet yang telah mengubah dunia lari cepat Asia.

"Meskipun saya mengucapkan selamat tinggal hari ini, saya tidak akan meninggalkan dunia atletik yang saya cintai. Saya berharap di masa depan, saya dapat berkontribusi bagi dunia atletik Tiongkok, mendukung para pelari muda yang mencintai lari cepat untuk mewujudkan impian mereka, serta membantu generasi pelari cepat Tiongkok untuk memimpin dan berprestasi di kompetisi internasional," ujar Su.

Karier Su diwarnai oleh tonggak-tonggak bersejarah. Pada tahun 2012, ia menjadi pelari cepat Tiongkok pertama yang mencapai semifinal Olimpiade 100 meter di London. Tiga tahun kemudian, ia berlari 9,99 detik di Diamond League di Eugene, Oregon, menjadi atlet kelahiran Asia pertama yang menembus batas 10 detik.

Pada tahun 2018, ia telah memecahkan beberapa rekor Asia dalam nomor lari 60 meter, memenangkan medali perak Kejuaraan Dunia Indoor, dan meraih gelar juara Asian Games 100 meter dengan rekor 9,92 detik. Prestasi puncaknya diraih di Olimpiade Tokyo 2021, dengan ia berlari 9,83 detik dalam nomor lari 100 meter, menjadi pria Tiongkok pertama yang mencapai final Olimpiade 100 meter. Ia juga membantu tim estafet 4x100 meter Tiongkok meraih perunggu.

Pekan Olahraga Nasional ke-15, yang berlangsung dari 9 hingga 21 November 2025, menandai pertama kalinya tiga wilayah Tiongkok, yaitu Provinsi Guangdong, Daerah Administratif Khusus Hong Kong, dan Daerah Administratif Khusus Makau, menjadi tuan rumah bersama ajang multi-olahraga nasional tingkat tertinggi dan terbesar di negara tersebut.