Changchun, Bharata Online - Musim Olahraga Es dan Salju Nasional ke-12 secara resmi dimulai pada hari Selasa (6/1) dengan upacara pembukaan yang meriah di Changchun, Provinsi Jilin, Tiongkok timur laut, yang menawarkan berbagai kegiatan olahraga musim dingin kepada pengunjung dari segala usia.

Upacara pembukaan acara tersebut menampilkan sejumlah pertunjukan khusus dan bahkan memiliki jangkauan global dengan Presiden Komite Olimpiade Internasional, Kirsty Coventry, menyampaikan ucapan selamatnya melalui pesan video yang diputar di layar raksasa.

Antusiasme terhadap olahraga musim dingin kemungkinan akan meningkat tahun ini dengan Olimpiade Musim Dingin Milano Cortina 2026 yang akan dimulai bulan depan, dan acara hari Selasa (6/1) di Changchun juga memanfaatkan kekuatan bintang dari para juara Tiongkok di masa lalu.

Peraih medali emas cabang seluncur cepat Zhou Yang dan Wu Dajing hadir di Changchun untuk bersama-sama membacakan "Inisiatif untuk Olahraga Musim Dingin", menyerukan kepada masyarakat untuk aktif berpartisipasi dalam olahraga es dan salju.

"Kami mengajak dan mendorong semua orang untuk aktif berpartisipasi dalam olahraga musim dingin. Saya percaya bahwa daripada tinggal di rumah selama musim dingin, kita harus pergi ke resor ski dan arena seluncur es untuk merasakan kehangatan yang dibawa oleh olahraga di tengah dinginnya cuaca," ujar Wu, yang memenangkan medali emas di Olimpiade Musim Dingin 2018 di Pyeongchang.

"Acara ini semakin baik dengan semakin banyak orang yang berpartisipasi, datang dari seluruh negeri. Kita dapat melihat antusiasme masyarakat terhadap es dan salju," kata Zhou, yang juga merupakan pemenang medali emas Olimpiade Musim Dingin.

Kampanye olahraga musim dingin massal tahun ini akan menghadirkan lebih dari 2.000 kegiatan es dan salju massal di seluruh Tiongkok selama beberapa minggu mendatang, termasuk serangkaian acara kompetitif seperti kualifikasi keterampilan ski nasional dan tantangan ski lintas alam perkotaan.

Daerah-daerah di seluruh Tiongkok juga akan menciptakan serangkaian kegiatan es dan salju bermerek yang memanfaatkan ciri khas lokal dan dirancang agar mudah dan dapat diakses untuk partisipasi publik yang lebih besar, memungkinkan lebih banyak orang untuk menikmati keseruan olahraga musim dingin yang populer.

Sementara itu, Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata Tiongkok juga telah merilis direktori lengkap untuk acara-acara es dan salju yang berlangsung di seluruh Tiongkok selama musim dingin saat ini, dengan tujuan untuk meningkatkan perjalanan dan secara efektif mengubah acara-acara ini menjadi titik pertumbuhan konsumsi utama.

Dalam beberapa tahun terakhir, Tiongkok telah memposisikan ekonomi es dan saljunya sebagai mesin pertumbuhan berkualitas tinggi yang baru, terutama sejak Olimpiade Musim Dingin Beijing 2022 membangkitkan antusiasme nasional terhadap olahraga musim dingin. Pemerintah telah menetapkan target agar ekonomi es dan salju mencapai 1,5 triliun yuan (lebih dari 3.598 triliun rupiah) pada tahun 2030.