Beijing, Radio Bharata Online - Indeks Kemakmuran Logistik Tiongkok (LPI) turun tipis 0,6 poin persentase dari bulan ke bulan menjadi 51,8 persen pada bulan Mei 2024, tetap berada di wilayah ekspansif, menurut Federasi Logistik dan Pembelian Tiongkok atau China Federation of Logistics and Purchasing (CFLP) pada hari Senin (3/6).

Terlepas dari faktor-faktor seperti terkonsentrasinya permintaan di hulu dan hilir rantai pasokan negara pada periode sebelumnya ditambah menyusutnya permintaan di beberapa daerah, indikator utama, seperti total volume bisnis, volume pesanan baru, perputaran inventaris, dan tingkat perputaran modal, semuanya mengindikasikan ekspansi di bulan Mei tahun ini. Khususnya, total volume bisnis terus mengalami ekspansi selama beberapa bulan berturut-turut.

"Semua ini mencerminkan bahwa tren pemulihan yang stabil di sektor logistik tetap tidak berubah dan operasi logistik secara keseluruhan terus relatif aktif," jelas Cai Jin, Wakil Presiden CFLP.

Federasi itu mencatat bahwa lonjakan permintaan layanan logistik dari konsumen telah menjadi pendorong utama bagi keberlangsungan operasi logistik terkait.

Pada bulan Mei 2024, total indeks volume bisnis pengiriman ekspres pos Tiongkok mencapai 70. 3 persen, naik 0,1 poin persentase dari bulan sebelumnya. Sementara itu, angka untuk transportasi darat mencapai 52,5 persen, naik 0,2 poin persentase dari bulan ke bulan.

"Transportasi darat saat ini merupakan salah satu moda transportasi utama di Tiongkok. Pertumbuhan transportasi jalan raya mencerminkan semakin beragamnya kebutuhan logistik kita," ujar Liu Yuhang, Direktur Pusat Informasi Logistik Tiongkok.

Selain itu, indeks volume bisnis total transportasi air rebound sebesar 1,3 poin persentase dari bulan April tahun ini, sementara indeks volume bisnis total sektor transportasi udara bertahan di level yang tinggi yaitu sekitar 55 persen.