Nairobi, Bharata Online - Wakil Presiden Tiongkok, Han Zheng, dan Wakil Presiden Kenya, Kithure Kindiki, menghadiri upacara pelepasan di Nairobi pada hari Senin (23/3) untuk pengiriman perdana barang-barang Kenya yang ditujukan ke Tiongkok dengan tarif nol.
Kereta api tersebut akan menempuh jarak hampir 500 kilometer ke kota pelabuhan Mombasa di Kenya, tempat barang-barang tersebut akan dikirim ke Tiongkok.
Pengiriman itu termasuk yang pertama kali mendapat manfaat dari kebijakan tarif nol Tiongkok, yang mulai berlaku pada 1 Mei 2026, bertepatan dengan kedatangan barang-barang tersebut. Diumumkan pada bulan Februari 2026, kebijakan ini memberikan akses bebas bea untuk ekspor dari 53 negara Afrika yang memiliki hubungan diplomatik dengan Tiongkok.
Upacara tersebut bertepatan dengan Forum Bisnis Tiongkok-Kenya, yang menunjukkan bagaimana kebijakan baru ini dipadukan dengan upaya yang lebih luas untuk memperkuat perdagangan dan investasi bilateral.
Juga pada hari Senin (23/3), Forum Bisnis Tiongkok-Kenya diadakan di Nairobi, yang mempertemukan lebih dari 350 perwakilan dari pemerintah dan sektor bisnis kedua negara untuk membahas cara-cara memperkuat perdagangan dan investasi bilateral.
Forum tersebut diselenggarakan bersama oleh Dewan Tiongkok untuk Promosi Perdagangan Internasional atau China Council for the Promotion of International Trade (CCPIT) dan Badan Promosi dan Branding Ekspor Kenya.
Wakil Presiden Kindiki, Ketua CCPIT, Ren Hongbin, dan Menteri Investasi, Perdagangan, dan Industri Kenya, Lee Kinyanjui, menyampaikan pidato, sementara perwakilan dari bisnis Tiongkok dan Kenya juga berbagi wawasan mereka.
"Hubungan ini telah berkembang menjadi salah satu kemitraan ekonomi terpenting Kenya, yang mencakup perdagangan, pengembangan infrastruktur, kerja sama manufaktur, pertukaran teknologi, dan keterlibatan antar masyarakat," ujar Kindiki.
Sun Weiyong, Wakil Presiden China International Exhibition Center Group Corporation (CIEC), mendorong bisnis Kenya untuk memanfaatkan akses bebas bea untuk berekspansi ke pasar Tiongkok.
"Kami berharap dapat melihat lebih banyak perusahaan Kenya terlibat lebih aktif dengan platform CIEC untuk mengembangkan potensi besar kerja sama lebih lanjut antara Kenya dan Tiongkok," kata Sun.
Eksportir Kenya menyatakan optimisme tentang kerja sama di masa depan antara kedua negara.
"Sekarang, mari kita bersikap strategis melalui kolaborasi yang lebih dalam, melalui pertukaran keahlian, investasi, dan inovasi antara Kenya dan Tiongkok. Kita sedang membangun kemitraan jangka panjang yang berlandaskan kemakmuran bersama," tutur Hasit Tiku Shah, Direktur Pelaksana Sunripe Ltd.
Pengiriman dan forum ini menyoroti dorongan Tiongkok yang lebih luas untuk memperdalam hubungan perdagangan dengan mitra Afrika di bawah kebijakan tarif nol, sekaligus memposisikan Kenya sebagai pintu gerbang utama bagi ekspor Afrika ke pasar Tiongkok.