Boao, Bharata Online - Konferensi Tahunan Forum Boao untuk Asia atau Boao Forum for Asia (BFA) 2026 resmi dibuka di kota Boao, Provinsi Hainan, Tiongkok selatan, pada hari Selasa (24/3) dengan fokus pada perkembangan ekonomi Tiongkok yang dinamis dan perdagangan bebas global.
Pada hari pertama konferensi tahunan tersebut, tujuh sub-forum diadakan, yang berfokus pada topik-topik seperti prospek ekonomi Tiongkok, pelabuhan perdagangan bebas global, dan ekonomi hijau.
Karena tahun 2026 menandai dimulainya Rencana Lima Tahun ke-15 Tiongkok (2026-2030), para peserta BFA mengatakan ekonomi Tiongkok telah memasuki tahap baru pembangunan berkualitas tinggi, yang akan membawa peluang luar biasa bagi seluruh dunia.
"Tiongkok telah berubah dari pabrik menjadi pusat inovasi dunia. Jadi sekarang, (Ketika) kita berbicara tentang teknologi apa pun -- energi terbarukan, pembangunan hijau (dan) AI -- Tiongkok memimpin dunia. Perubahan ini telah terjadi dalam waktu yang sangat singkat," ujar Zafar Uddin Mahmood, Penasihat Kebijakan untuk Sekretaris Jenderal Forum Boao untuk Asia.
"Jenis perencanaan ini sangat positif bagi bisnis secara umum, karena membawa banyak stabilitas (dan) prediktabilitas bagi pengusaha," kata Bernardo Mendia, Sekretaris Jenderal Kamar Dagang dan Industri Portugal-Tiongkok, mengenai rencana lima tahun Tiongkok yang memetakan jalur pembangunan sosial dan ekonomi negara tersebut dalam lima tahun ke depan.
BFA juga merilis dua laporan unggulan, satu tentang prospek ekonomi Asia, dan yang lainnya tentang pembangunan berkelanjutan.
Laporan pertama, berjudul "Prospek Ekonomi Asia dan Kemajuan Integrasi", menunjukkan bahwa ekonomi Asia tetap menjadi mesin utama pertumbuhan ekonomi dunia, dengan pangsa global mereka terhadap produk domestik bruto diperkirakan akan meningkat dari 49,2 persen pada tahun 2025 menjadi 49,7 persen pada tahun 2026. Laporan ini juga menyoroti bagaimana Tiongkok dan ASEAN (Asosiasi Negara-Negara Asia Tenggara) terus menonjol sebagai "jangkar stabilitas" regional.
Laporan kedua, yang berjudul "Pembangunan Berkelanjutan di Asia di Tengah Transformasi Global", mencatat bahwa Asia memimpin transisi energi global, dengan kawasan ini menyumbang sekitar 70 persen dari instalasi kapasitas energi bersih baru tahunan di seluruh dunia.
BFA tahun ini, dengan tema "Membentuk Masa Depan Bersama: Dinamika Baru, Peluang Baru, Kerja Sama Baru", menampilkan empat topik inti dan lebih dari 50 sub-forum, diskusi meja bundar, dan sesi dialog.
Didirikan pada tahun 2001, BFA telah berkembang menjadi platform utama untuk membahas isu-isu Asia dan memperkuat kerja sama baik di dalam kawasan maupun secara global.